SUARA INDONESIA

Demo, Tuntut KPK Tegakkan Supremasi Hukum dan Usut Tuntas Korupsi Pajak di Sidoarjo 

Amrizal Zulkarnain - 28 February 2024 | 20:02 - Dibaca 853 kali
News Demo, Tuntut KPK Tegakkan Supremasi Hukum dan Usut Tuntas Korupsi Pajak di Sidoarjo 
Tampak pengunjuk rasa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sidoarjo Bersatu Anti Korupsi (GMSBAK) berorasi di depan gerbang Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo. (Foto: Rizal/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, SIDOARJO - Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sidoarjo Bersatu Anti Korupsi (GMSBAK) berunjuk rasa di depan Monumen Jayandaru Alun Alun dan Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (28/2/2024). 

Mereka menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas kasus korupsi yang merambah Pemerintah Kabupaten Sidoarjo hingga tegakkan supremasi hukum.

Unjuk rasa tersebut juga memperagakan aksi teatrikal dua tersangka SW dan AS lengkap memakai rompi orange bertuliskan tahanan KPK.

Perlu diketahui, Siska Wati (SW) dan Ari Suryono (AS) merupakan tersangka kasus korupsi pemotongan insentif pajak di Kantor Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo.

Oleh karena itu, dalam orasi GMSBAK telah mendesak KPK segera menetapkan Bupati Sidoarjo sebagai tersangka dalam kasus BPPD Sidoarjo.

"Kami berikan deadline untuk KPK, kalau sampai satu minggu ke depan KPK tidak menetapkan Bupati Sidoarjo sebagai tersangka, kami mengusulkan dua tersangka itu diserahkan ke Polresta Sidoarjo," papar Hariyadi Siregar, salah satu pengunjuk rasa dalam orasinya.

Tambahnya, kenapa KPK menangkap pegawai bawahan sekelas Kasubag maupun Kepala Dinas, KPK terlalu boros biaya.

"Tugas KPK dalam amanat undang-undang itu pencegahan dan penanggulangan korupsi, targetnya adalah penyelenggara negara, buat apa bayar pajak kalau hanya untuk di korupsi," tegasnya dengan sangat lantang.

Ditemui, Koordinator GMSBAK, Nanang Haromain, mengatakan KPK merupakan lembaga yang kuat, tapi kenapa ketika masuk ke Kabupaten Sidoarjo seolah-olah tidak ada taringnya. Ada apa dengan Sidoarjo?

Berharap KPK tetap menjaga integritas dan profesionalitasnya, serta menjunjung tinggi supremasi hukum di Indonesia. 

"Tidak ada satupun yang kebal hukum, semua sama, tidak ada yang istimewa," ujar Nanang.

Lebih lanjut, pria berambut putih itu menyampaikan bahwa kami akan terus mengawal kasus korupsi ditubuh Pemkab Sidoarjo sampai tuntas. 

"Unjuk rasa ini baru Jilid 2, dan akan terus kami kawal sampai Jilid berikutnya hingga Sidoarjo bebas korupsi," pungkasnya.(*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Amrizal Zulkarnain
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV