SUARA INDONESIA

Bupati Ipuk Jadi Responden Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Banyuwangi Berikan Data yang Akurat

Muhammad Nurul Yaqin - 24 June 2026 | 19:06 - Dibaca 41 kali
News Bupati Ipuk Jadi Responden Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Banyuwangi Berikan Data yang Akurat
Bupati Ipuk Fiestiandani mengikuti pendataan Sensus Ekonomi 2026 oleh petugas BPS Banyuwangi di kediamannya. (Foto: Istimewa).

SUARA INDONESIA, BANYUWANGI - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) mulai menyasar rumah tangga di Banyuwangi. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, menjadi salah satu warga yang mengikuti pendataan tersebut di kediamannya di Jalan Tunggul Ametung, Rabu (24/6/2026).

Proses pendataan dilakukan oleh petugas sensus dan turut dipantau langsung oleh Kepala BPS Banyuwangi, Abdus Salam. Dalam kegiatan itu, petugas mengumpulkan berbagai informasi terkait kondisi ekonomi rumah tangga.

Ipuk mengatakan, dirinya telah memberikan seluruh data yang dibutuhkan petugas sesuai dengan ketentuan pendataan. Menurutnya, sensus ekonomi menjadi instrumen penting untuk memperoleh gambaran riil kondisi ekonomi masyarakat.

"Alhamdulillah, hari ini kami sudah disensus oleh BPS. Petugas menanyakan apa yang ada di dalam rumah, terutama dari sisi ekonomi rumah tangga," kata Ipuk.

Ia menjelaskan, hasil sensus nantinya dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam memetakan kondisi ekonomi masyarakat hingga sektor-sektor usaha yang berkembang di daerah.

"Data yang didapat akan mencerminkan keadaan ekonomi masyarakat, yang nanti bisa menjadi bahan intervensi berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan warga," ujar Ipuk.

Karena itu, Ipuk mengimbau masyarakat agar bersikap terbuka saat menerima petugas sensus dan memberikan informasi yang sesuai dengan kondisi sebenarnya. Data yang akurat, menurutnya, akan membantu pemerintah menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.

"Data yang akurat tidak hanya membantu pemerintah memetakan kondisi ekonomi masyarakat. Hal ini diperlukan agar pemkab mengetahui peta ekonomi Banyuwangi dan bagaimana pergerakannya. Sehingga kami bisa mengambil kebijakan dengan tepat untuk lebih menggerakkan ekonomi di daerah," katanya.

Sementara itu, Kepala BPS Banyuwangi Abdus Salam menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 menargetkan seluruh rumah tangga di Banyuwangi. Untuk mendukung pelaksanaannya, BPS menerjunkan sekitar 1.953 petugas lapangan.

Pendataan telah dimulai sejak 17 Juni dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Selama periode tersebut, petugas akan mendatangi rumah-rumah warga untuk melakukan pencatatan data ekonomi.

Abdus Salam meminta masyarakat menerima petugas sensus dengan baik serta memberikan jawaban secara jujur karena hasil pendataan akan menjadi dasar perencanaan pembangunan dan kebijakan ekonomi di masa mendatang.

"Sensus ini akan memotret ekonomi warga Banyuwangi, dan ini akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah maupun pusat untuk membuat kebijakan yang tepat bagi masyarakat. Contohnya adalah program KUR yang lahir dari sensus ekonomi sebelumnya setelah mengetahui potret ekonomi Indonesia didominasi UMKM," jelas Abdus Salam.

Ia juga menegaskan bahwa data yang dihimpun dalam sensus bersifat rahasia dan tidak berkaitan dengan kewajiban perpajakan masyarakat.

"Mohon terima petugas dengan baik, isi jawaban dengan benar. Dan yang penting, data rahasia yang disampaikan tidak ada kaitan dengan pajak. Sampai saat ini belum ada laporan terkait penolakan dari warga," kata Abdus Salam. (*)


» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV