SUARA INDONESIA

Hari Bidan Nasional 2026, Kadinkes Sumenep Minta Bidan Jadi Garda Terdepan Edukasi Kesehatan

Wildan Mukhlishah Sy - 24 June 2026 | 16:06 - Dibaca 46 kali
Pelayanan Publik Hari Bidan Nasional 2026, Kadinkes Sumenep Minta Bidan Jadi Garda Terdepan Edukasi Kesehatan
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep drg. Ellya Fardasah. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, SUMENEP – Peringatan Hari Bidan Nasional 2026 menjadi momentum bagi tenaga kesehatan, khususnya bidan, untuk memperkuat peran mereka dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. 

Mengusung tema “Bidan Kuat, Perempuan Sehat, Indonesia Hebat”, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep drg. Ellya Fardasah mengajak para bidan untuk tampil sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Menurutnya, bidan memiliki posisi strategis karena menjadi tenaga kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat, terutama ibu hamil, ibu menyusui, remaja, dan keluarga. Karena itu, peran mereka dinilai tidak hanya terbatas pada pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai penyampai informasi dan pendamping masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat.

“Bidan adalah ujung tombak di masyarakat. Kuatkan peran promotif dan preventif, mulai dari program keluarga berencana, ASI eksklusif, gizi 1.000 Hari Pertama Kehidupan, hingga edukasi kesehatan reproduksi remaja,” ujar drg. Ellya, Rabu (24/06/2026). 

Ia menilai, tantangan kesehatan saat ini membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif. Sebab, kata dia upaya menekan angka stunting, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, hingga mewujudkan generasi yang sehat memerlukan edukasi yang berkelanjutan dan mudah dipahami masyarakat.

Selain itu, drg. Ellya menekankan pentingnya peningkatan kompetensi di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Bidan dituntut untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.

“Terus update ilmu dan keterampilan. Era digital menuntut bidan melek teknologi untuk memberikan edukasi kesehatan ibu dan anak yang lebih luas dan efektif,” katanya.

Di samping penguatan kapasitas individu, Dinkes P2KB Sumenep juga mendorong para bidan untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Menurutnya, keberhasilan program kesehatan tidak dapat dicapai secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama antara bidan, dokter, perawat, kader kesehatan, serta lintas sektor lainnya.

“Turunnya angka stunting maupun angka kematian ibu membutuhkan kerja tim yang solid. Karena itu, sinergi antarpelaku kesehatan harus terus diperkuat,” tegas Kadinkes.

drg. Ellya mengingatkan bahwa pelayanan yang diberikan bidan harus selalu mengedepankan empati. Kehadiran bidan di tengah masyarakat sering kali menjadi sumber dukungan dan ketenangan bagi ibu hamil maupun keluarga yang sedang menghadapi berbagai persoalan kesehatan.

“Pasien bukan sekadar angka. Sentuhan empati dari seorang bidan sering kali menjadi obat pertama yang dirasakan oleh ibu hamil dan keluarganya,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi dedikasi para bidan yang selama ini menjadi salah satu pilar penting pelayanan kesehatan hingga ke pelosok daerah. Menurutnya, kontribusi bidan telah membantu meningkatkan kualitas kesehatan perempuan dan anak sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Lebih lanjut, drg. Ellya mengajak seluruh bidan untuk tetap menjaga kesehatan fisik maupun mental di tengah tingginya tuntutan profesi.

“Profesi ini mulia, tetapi juga penuh tantangan. Jangan lupa menjaga kesehatan diri, mengelola stres, dan saling menguatkan sesama bidan agar tetap mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya. (*) 

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Wildan Mukhlishah Sy
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV