SUARA INDONESIA, SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan komitmennya untuk memperkuat disiplin aparatur sipil negara (ASN) melalui pemanfaatan teknologi informasi yang terintegrasi.
Penegasan tersebut disampaikan saat peluncuran Sistem Informasi Manajemen Terpadu Aparatur (SIMANTRA) dalam kegiatan Sosialisasi Implementasi Manajemen Talenta ASN di Kantor Pemkab Sumenep, Senin (22/06/2026).
Menurut Fauzi, kehadiran SIMANTRA tidak hanya menjadi bagian dari transformasi digital birokrasi, tetapi juga instrumen untuk membangun tata kelola kepegawaian yang lebih transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Melalui sistem tersebut, berbagai data ASN, termasuk aspek kedisiplinan dan kinerja, akan terintegrasi dalam satu platform.
Ia menilai kedisiplinan merupakan fondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan. Karena itu, pemerintah daerah tidak lagi memberikan ruang terhadap praktik-praktik yang berpotensi mencederai rasa keadilan di lingkungan birokrasi, termasuk persoalan kehadiran pegawai.
Fauzi mengungkapkan bahwa selama ini pemerintah daerah terus berupaya membangun sistem yang mampu memastikan setiap ASN memperoleh hak sesuai dengan tanggung jawab dan kinerja yang diberikan. Dengan sistem yang semakin terintegrasi, pengawasan terhadap kehadiran pegawai akan menjadi lebih objektif dan terukur.
“Absen kalau memang masuk, ya benar-benar masuk. Harus ditegakkan sesuai aturan yang berlaku agar semua ASN mendapatkan keadilan yang sama,” tegasnya.
Menurut dia, tidak boleh ada lagi kondisi di mana pegawai yang disiplin dan bekerja dengan baik memperoleh perlakuan yang sama dengan pegawai yang tidak menjalankan kewajibannya secara maksimal.
Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa setiap penghargaan maupun tunjangan diberikan berdasarkan kinerja dan kedisiplinan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Karena itu, Fauzi menegaskan bahwa ASN yang tidak disiplin akan menghadapi konsekuensi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Langkah tersebut bukan semata-mata bentuk penegakan aturan, melainkan upaya menciptakan sistem birokrasi yang lebih adil bagi seluruh aparatur.
“Kalau memang tidak rajin dan tidak disiplin, tentu ada konsekuensi yang diberikan sesuai dengan aturan yang berlaku dalam tata kelola pemerintahan daerah,” ujarnya.
Selain memperkuat pengawasan disiplin, SIMANTRA juga dirancang sebagai pusat data dan informasi ASN yang terintegrasi. Sistem ini menjadi bagian dari strategi Pemkab Sumenep dalam mempercepat digitalisasi birokrasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepegawaian.
Fauzi menyebut tantangan pemerintahan ke depan akan semakin kompleks, terutama bagi Kabupaten Sumenep yang memiliki karakteristik wilayah daratan dan kepulauan. Kondisi tersebut membutuhkan ASN yang adaptif, inovatif, serta mampu bekerja secara kolaboratif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan pentingnya penerapan manajemen talenta ASN. Melalui pendekatan tersebut, pemerintah daerah berupaya menempatkan pegawai sesuai kompetensi dan kinerja terbaik yang dimiliki sehingga mampu mendukung efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.
“Kita ingin memastikan the right man on the right place sehingga roda pemerintahan dapat berjalan lebih efektif dan efisien,” kata Fauzi.
Fauzi turut mengapresiasi jajaran BKPSDM dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan sistem tersebut.
Menurutnya, SIMANTRA merupakan langkah maju dalam mendukung digitalisasi birokrasi sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada hasil.
Ia menambahkan, keberhasilan implementasi SIMANTRA tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi yang digunakan, melainkan juga komitmen seluruh ASN dalam memanfaatkan sistem tersebut secara konsisten. Karena itu, seluruh perangkat daerah diharapkan memiliki pemahaman yang sama agar implementasi SIMANTRA berjalan optimal dan mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Sumenep.
“Saya berharap sosialisasi ini memberikan pemahaman yang komprehensif kepada seluruh peserta sehingga implementasi manajemen talenta ASN dan pemanfaatan SIMANTRA dapat berjalan dengan baik di setiap perangkat daerah,” pungkas Fauzi. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Wildan Mukhlishah Sy |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi