SUARA INDONESIA

Taman Kampong Arab Dirusak, Kursi Besi Diduga Dicuri Oknum Tak Bertanggungjawab

Wildan Mukhlishah Sy - 22 June 2026 | 17:06 - Dibaca 41 kali
Peristiwa Taman Kampong Arab Dirusak, Kursi Besi Diduga Dicuri Oknum Tak Bertanggungjawab
Taman Kampong Arab Sumenep. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, SUMENEP – Aksi perusakan fasilitas umum kembali terjadi di ruang publik Kabupaten Sumenep. Kali ini, Taman Kampong Arab menjadi sasaran, setelah salah satu kursi taman dilaporkan rusak dan bagian besi penyangganya diduga hilang dicuri oleh orang tak dikenal.

Kejadian tersebut menimbulkan keprihatinan, mengingat taman yang berada di pusat aktivitas warga itu selama ini menjadi salah satu ruang terbuka yang cukup ramai dimanfaatkan untuk bersantai dan berkegiatan ringan. Hilangnya komponen besi pada kursi tidak hanya membuat fasilitas tersebut tidak lagi layak digunakan, tetapi juga berpotensi membahayakan pengunjung.

Ironisnya, lokasi taman ini bukanlah ruang yang sejak awal tertata rapi. Dahulu, kawasan tersebut merupakan area kumuh yang digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. Setelah melalui proses penataan dan revitalisasi, kawasan itu kemudian berubah menjadi ruang publik yang lebih bersih, nyaman, dan menjadi kebanggaan warga.

Namun, kondisi tersebut kembali tercoreng akibat dugaan tindakan perusakan dan pencurian fasilitas umum. Peristiwa ini sekaligus memunculkan kekhawatiran akan rendahnya kesadaran sebagian pihak terhadap pentingnya menjaga aset publik yang dibangun untuk kepentingan bersama.

Aktivis lingkungan Sumenep, Zainur Rosy, menyampaikan kecaman keras atas kejadian tersebut. Ia menilai perusakan fasilitas umum bukan hanya soal kerugian materi, tetapi juga bentuk pengabaian terhadap kepentingan masyarakat luas.

“Kalau perlu kita laporkan ke pihak berwajib,” tegas Zainur Rosy, Minggu (21/06/26) malam. 

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga fasilitas publik agar kejadian serupa tidak terus terulang. Menurutnya, tanpa kesadaran kolektif, upaya pemerintah dalam memperindah kota akan sia-sia jika tidak diimbangi dengan tanggung jawab warga.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pembangunan ruang publik tidak hanya berhenti pada tahap peresmian dan perbaikan fisik. Lebih dari itu, keberlanjutan fungsi taman sangat ditentukan oleh kepedulian bersama dalam menjaga dan merawatnya.

"Jika aksi vandalisme dan dugaan pencurian fasilitas umum terus terjadi, bukan tidak mungkin ruang-ruang publik yang telah dibangun dengan biaya dan tenaga besar akan kembali rusak, bahkan kehilangan fungsinya sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi masyarakat," pungkasnya. (*) 

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Wildan Mukhlishah Sy
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV