SUARA INDONESIA BANJARNEGARA - Pemerintah Kabupaten Banjarnegara mengalokasikan lebih dari Rp 3,5 miliar Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026 untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk merehabilitasi puskesmas, menambah ruang pelayanan, menyediakan ambulans, hingga melengkapi fasilitas kesehatan di wilayah pegunungan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara, dr. Latifa Hesti Purwaningtyas, mengatakan salah satu program prioritas adalah rehabilitasi dan penambahan ruang di Puskesmas Bawang 2.
Menurutnya, kondisi bangunan saat ini sudah tidak lagi memadai karena ruang pelayanan terlalu sempit dan belum memenuhi standar Kementerian Kesehatan, terutama saat hari pasaran ketika jumlah pasien meningkat.
Selain kapasitas yang terbatas, sejumlah bagian bangunan juga mengalami kerusakan.
Atap ruang pelayanan kerap bocor saat hujan dan angin kencang, sementara talud di bagian belakang puskesmas tidak lagi berfungsi optimal sehingga sering meluap ketika hujan deras.
Lahan kosong yang masih tersedia juga akan dimanfaatkan untuk membangun ruang pelayanan baru yang selama ini belum dimiliki.
Pemerintah daerah juga menganggarkan penambahan ruang di Puskesmas Pembantu (Pustu) Sawal, Kecamatan Sigaluh. Pembangunan yang dilakukan pada 2024 lalu, baru mencakup ruang pelayanan dasar, sehingga kini akan dilengkapi dengan ruang Integrasi Layanan Primer (ILP).
"Penambahan ruang ILP penting untuk mendukung program Kementerian Kesehatan dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat desa sekaligus memperkuat peran kader kesehatan," ujar Latifa, Sabtu (4/7/2026).
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (PKSDK), Yon Setiawan, mengatakan DBHCHT 2026 juga akan digunakan untuk pengadaan dua unit ambulans baru bagi Puskesmas Punggelan 1 dan Puskesmas Batur 1.
Pengadaan itu dilakukan karena ambulans yang ada saat ini sudah mengalami kerusakan berat.
Menurutnya, kondisi geografis wilayah yang didominasi medan terjal membuat keberadaan ambulans dalam kondisi prima sangat penting agar proses rujukan pasien dapat berlangsung lebih cepat, aman, dan optimal.
Perhatian juga diberikan bagi kawasan Dieng. Pemerintah akan mengadakan pemanas ruangan untuk Puskesmas Batur 2 di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur.
Fasilitas tersebut akan dipasang di ruang gawat darurat, ruang persalinan, dan ruang pasca persalinan untuk meningkatkan kenyamanan serta keselamatan pasien saat suhu udara turun ekstrem.
Selain itu, DBHCHT 2025 juga dialokasikan untuk pengadaan dental unit di Puskesmas Bawang 2. Peralatan kesehatan gigi yang digunakan saat ini telah mengalami kerusakan berat sehingga pelayanan dokter gigi belum dapat berjalan secara maksimal.
"Jumlah pasien layanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas Bawang 2 cukup tinggi. Karena itu, pengadaan dental unit baru menjadi kebutuhan mendesak agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal," kata Yon. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Iwan Setiawan |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi