SUARA INDONESIA

Cetak Generasi Penulis, Santri Genggong Probolinggo Dibekali Materi Jurnalistik

Imam - 22 February 2021 | 15:02
Pendidikan Cetak Generasi Penulis, Santri Genggong Probolinggo Dibekali Materi Jurnalistik

PROBOLINGGO - Di tengah pandemi Covid-19 pengembangan bakat dan minat santri Pondok Pesantren (Ponpes) Zainul Hasan Genggong Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo terus diasah.

Seperti yang dilakukan 25 siswa Madrasah Aliyah Zainul Hasan (MA Zaha) I Ponpes Zainul Hasan Genggong, dengan mendalami ilmu jurnalistik, Senin (22/02)2021).

Diklat Jurnalistik itu digagas Osis MA Zaha I bertujuan mencetak jurnalis santri yang kompeten dan profesional.

Kegiatan yang rutin digelar awal tahun pembelajaran itu, mengusung tema 'Tetap Optimis di Tengah Pandemi Dengan Membangun Jiwa Jurnalis'.

Pembina Osis MA Zaha I, Mohammad Hendra mengatakan santri pondok pesantren juga harus mengisi ruang di bidang jurnalis, baik sebagai wartawan maupun sebagai penulis buku.

"Diklat jurnalistik dasar kami berikan kepada santri yang berminat di dunia tulis menulis. Santri bisa menjadi penulis profesional dengan wawasan yang luas. Telah banyak santri yang jadi wartawan dan penulis buku," ungkapnya.

Wartawan suaraindonesia.co.id, Lutfi Hidayat dipilih sebagai pemateri dalam diklat jurnalistik santri tersebut.

"Pemateri sengaja kami pilih dari wartawan alumni Ponpes Zainul Hasan Genggong. Ada sekitar 6 orang alumni MA Zaha I yang berprofesi sebagai wartawan swasta nasional baik media cetak, online maupun televisi. Mereka bergantian membimbing adik-adiknya di sini setiap tahunnya," imbuh Hendra.

Sementara menurut Lutfi Hidayat banyak bakat terpendam pada diri santri, jika hal itu diasah dan dikembangkan maka akan melahirkan penulis-penulis berbakat di masa mendatang.

"Tidak sulit bagi adik-adik santri dalam memahami materi diklat jurnalistik dasar. Mereka sama sekali tidak kebingungan menerima materi. Santri juga selalu mengikuti perkembangan informasi, ini baik untuk wawasan mereka," terangnya.

Diklat jurnalistik siswa MA ZAHA I Ponpes Zainul Hasan Genggong itu digelar terbatas. Protokol kesehatan secara ketat dengan memakai masker dan pengaturan jarak antar peserta juga diberlakukan, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di lingkungan pesantren.

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya