SUARA INDONESIA

Ustaz Hanan Attaki: Rahasia Besar Laa Ilaha Illaallaah Dalam Kehidupan Sehari-hari

Wilda Natasya - 19 November 2021 | 11:11
Pendidikan Ustaz Hanan Attaki: Rahasia Besar Laa Ilaha Illaallaah Dalam Kehidupan Sehari-hari

JEMBER-Laa ilaha illaallah merupakan salah satu dari banyaknya kalimat zikir untuk mengingat Allah SWT, namun ternyata ada satu rahasia besar yang terkandung didalamnya. 

Ustaz Hanan Attaki dalam ceramahnya pada kanal YouTube Istiqamah Media mengatakan bahwa kalimat Laa ilaha illaallah ialah suatu dasar yang harusnya menjadi pegangan bagi setiap muslim.

"Jadi Laa ilha illaallah bukan cuma kalimat zikir, bukan cuma kalimat doktrin ediologis, bukan cuma masalah teologis secara teoritis," ujarnya.

Ia menambahkan kalimat tersebut mencerminkan keimanan kepada Allah, mempercayai bahwa memang hanya Dialah Tuhan di muka bumi ini, dan tidak ada suatu apapun yang dapat disandingkan dengan kuasa-Nya. Kemudian dari sana timbulah ketaatan dalam menjalankan setiap perintah-Nya, membentuk kepribadian serta akhlak manusia.

"Dampaknya kepada akhlak, kepada ibadah, kepada banyak pilihan hidup dari Laa ilaha illaallah," tambahnya.

Maka ketika sesorang tidak berpasrah pada laa ilaha illaallah, akan menemukan banyak sekali kesusahan dalam hidupnya, bahkan untuk urusan-urusan yang kecil, menjadi tidak sabar bahkan susah untuk memafkan kesalahan orang lain.

"Orang kalau nggak baik Laa ilaha illaallah pasti susah memilih pilihan-pilihan dalam hidupnya. Kalau tidak baik Laa ilaha illaallah pasti susah untuk bersabar, memafkan, jadi itu semua ada hubungannya dengan Laa ilaha illaallah," paparnya.

Menurut sejarah, dakwah tentang keimanan yakni Laa ilaha illaallah ini di risalahkan dan dipelajari selama 13 tahun masa kenabian. Baru kemudian setelah 13 tahun para sahabat belajar mengenai iman kepada Allah, turunlah ayat-ayat syariat. 

"Jadi 13 tahun Nabi dan para sahabat belajar Laa ilaha illaallah. Baru setelah itu turun ayat-ayat syariat. Syariat umrah, syariat haji, syariat puasa, syariat tilawah, syariat hijab," jelasnya. 

Dengan digembleng selama 13 tahun dengan tauhid, keimanan kepada Allah SWT tumbuh dalam setiap dada para mukminin, lalu ketika turun ayat tentang syariat mereka patuh dengan perintah Allah tersebut. Seperti syariat berhijab bagi para perempuan. 

Saat Rasulullah membacakan ayat tersebut, sesat sesudahnya para sahabat segera berpamitan kepadanya untuk kembaki ke rumah masing-masing untuk mengingatkan para istri mereka maupun saudari dan keluarga mereka yang perempuan.

Para perempuan itu pun ketika mendengar ayat tersebut, langsung menutup aurat mereka terutama bagian kepala dengan benda apapun yang mampu mereka jangkau saat itu.

"Lalu mereka semua berpamitan, ingin mengingatkan wanita-wanita mereka supaya berhijab. Mereka pulang memberi tahu istri-istri mereka, keluarga mereka, perempuan-perempuan yang mendengar ayat ini dibacakan langsung menutup kepala mereka dengan benda apapun yang ada di tangannya," ungkapnya.

Hal ini menandakan bahwa keimanan mereka sudah terbentuk sehingga mereka mengikuti perintah syariat tersebut tanpa mendebat dan mempertanyakan alasannya. Karena mereka meyakini dalam hati bahwa apa yang Allah perintahkan selalu memiliki kebaikan di dalamnya. Sehingga yang keluar dari mulut hanyalah kalimat sami'naa wa atha'naa, kami mendengar dan kami taat.

Begitulah salah satu dampak yang ditinggalkan dari kalimat Laa ilaha illlaallah yang tidak hanya hidup dalam lisan, namun juga dalam setiap pilihan kehidupan. (Ree/Wil)

Pewarta : Wilda Natasya
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV