SUARA INDONESIA

Beredar Buku Panduan dengan Unsur Pornografi hingga LGBT, DPP AGPAII Nyatakan Sikap

Wildan Mukhlishah Sy - 10 June 2024 | 16:06 - Dibaca 486 kali
Pendidikan Beredar Buku Panduan dengan Unsur Pornografi hingga LGBT, DPP AGPAII Nyatakan Sikap
Pernyataan Sikap DPP AGPAII. (Foto : Istimewa)

SUARA INDONESIA, SUMENEP- Beredarnya "Buku Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra" pada program "Sastra Masuk Kurikulum" diduga memuat karya-karya yang memiliki unsur negatif mulai dari pornografi hingga LGBT, membuat Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPP AGPAII) mengeluarkan pernyataan sikap.

Menurut DPP AGPAII unsur-unsur seperti pornografi, pedofilia, kekerasan seksual yang ada dalam beberapa karya terpilih pada buku tersebut tidak sesuai dengan pendidikan karakter yang selama ini mereka upayakan.
 
Sehingga melalui siaran pers yang mereka terbitkan, DPP AGPAII meminta dengan tegas kepada semua pihak, terutama para pemangku kebijakan untuk memerhatikan beberapa hal berikut.

Pertama, pihaknya secara tegas menolak konten negatif dalam materi pendidikan, diantaranya unsur pornografi, pedofillia, kekerasan seksual, hingga LGBT.

Kedua, mengingatkan kepada para pihak-pihak terkait untuk meninjau dan merevisi kembali isi dari buku panduan tersebut, sehingga tidak lagi mengandung unsur-unsur negatif.

Ketiga, mendorong keterlibatan aktif dari para guru dan orang tua untuk memantau lebih jauh materi-materi pendidikan yang diperoleh siswa, baik di sekolah maupun di rumah.

Keempat, menguatkan pendidikan karakter di sekolah-sekolah, yang berfokus pada pembentukan karakter dan moral.

Kelima, menekankan terkait pentingnya memilih karya sastra yang relevan dengan usia murid untuk dijadikan bahan ajar, sehingga siswa benar-benar menerima pendidikan sesuai dengan kemampuan tumbuh kembang dan umurnya.

Kendati demikian, DPP AGPAII tetap menyambut hangat program "Sastra Masuk Kurikulum" yang merupakan turunan dari Episode Merdeka Belajar ke- 15 demi mendukung upaya Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) untuk menguatkan kompetensi dan budaya literasi membaca.

Pihaknya berharap, melalui pernyataan sikap DPP AGPAII ini, ada dukungan dari pihak berwenang dan seluruh elemen, sehingga tujuan utama pendidikan dalam mencerdaskan bangsa tetap bisa berjalan sesuai kaidah-kaidah yang telah direncanakan dan ditetapkan.

"Pendidikan di Indonesia dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang mulia yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk manusia Indonesia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia, apalagi dengan menyongsong generasi emas 2045," tertulis dalam siaran pers terkait pernyataan sikap DPP AGPAII, 01 Juni 2024. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Wildan Mukhlishah Sy
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV