SUARA INDONESIA

BEM FEB Unej Kembangkan Teknologi Perikanan untuk Tingkatkan Ekonomi Nelayan Situbondo

Syamsuri - 25 November 2025 | 07:11 - Dibaca 623 kali
Pendidikan BEM FEB Unej Kembangkan Teknologi Perikanan untuk Tingkatkan Ekonomi Nelayan Situbondo
BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember saat launching program di Kantor Desa Seletreng, Situbondo. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, SITUBONDO - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember (Unej) menghadirkan inovasi teknologi bagi nelayan di Desa Seletreng, Situbondo, melalui Program Mahasiswa Berdampak BEM FEB Unej 2025 bertajuk “Strategi Inovatif Penguatan Ekonomi Pesisir Berbasis Teknologi dan Nilai Tambah Hasil Laut untuk Kemandirian Pangan".

Program ini menjadi upaya konkret mahasiswa dalam memperkuat perekonomian pesisir dengan memanfaatkan teknologi tepat guna.

Kegiatan yang merupakan bagian dari inisiatif Kemdik Design Tech tersebut dipimpin langsung oleh Aprillianto, pembina BEM FEB Unej, Senin (24/11/2025) kemarin.

Ia menyampaikan, pengembangan teknologi dilakukan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat pesisir, khususnya nelayan yang masih mengandalkan metode tradisional dalam menangkap dan mengolah hasil laut.

Dua inovasi utama yang sedang dikembangkan adalah Fish Light, alat bantu penerangan untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan, serta Smart Fish Dryer, alat pengering ikan berteknologi modern.

Alat pengering tersebut mampu mengolah hingga 16 kilogram ikan dalam satu kali proses. Saat ini, teknologi tersebut masih dalam tahap uji coba dan diharapkan dapat memberikan peningkatan signifikan terhadap nilai tambah produk laut serta pendapatan nelayan.

“Desa Seletreng memiliki potensi laut yang besar, namun nelayan masih menggunakan metode tradisional. Kami ingin memberikan sentuhan teknologi untuk meningkatkan hasil tangkapan dan memberikan nilai tambah pada produk laut,” ujar Aprillianto, Selasa (25/11/25).

Ia menambahkan bahwa program ini diharapkan menjadi pemantik bagi masyarakat lain agar mulai mengoptimalkan potensi lokal dengan pendekatan inovatif.

“Dengan program ini, mahasiswa berharap dapat membantu nelayan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan, serta memberikan contoh bagi masyarakat lain untuk mengembangkan potensi lokal,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Seletreng, Taufik Hidayat, menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi antara mahasiswa Indonesia dan Malaysia dalam menghadirkan teknologi tepat guna di desanya. Menurutnya, keberadaan alat Fish Light dan Smart Fish Dryer memberikan manfaat besar bagi nelayan, terutama dari aspek efisiensi waktu dan hasil produksi.

“Ini momen yang sangat penting, bukan hanya dari mahasiswa lokal, tapi juga dari Malaysia. Kolaborasi ini sangat luar biasa dan memberikan dampak besar bagi desa kami,” ujar Taufik.

Taufik menjelaskan, Smart Fish Dryer mampu mengeringkan ikan hanya dalam waktu enam jam, jauh lebih cepat dibandingkan metode pengeringan alami yang memakan waktu 10-12 jam. Ia berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan agar kapasitasnya meningkat dan manfaatnya makin luas dirasakan masyarakat.

“Apakah alat ini bisa dikembangkan dengan kapasitas lebih besar?” tanya Taufik, menandakan antusiasme besar untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui teknologi.

Program ini diharapkan menjadi pondasi bagi kemandirian pangan dan penguatan ekonomi pesisir di Situbondo, sekaligus membuka peluang berkembangnya UMKM berbasis hasil laut di wilayah tersebut. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Syamsuri
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV