SUARA INDONESIA, SUMENEP - Program Innovative Collaborative Project (ICP) yang digagas Universitas Bahaudin Mudhary (Uniba) Madura dinilai menjadi pemicu transformasi di Pasar Anom Sumenep. Tidak hanya menghidupkan kembali aktivitas perdagangan, program ini juga membuka arah baru pengelolaan pasar yang lebih produktif dan adaptif.
Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Sumenep melihat kehadiran mahasiswa dalam program tersebut sebagai langkah konkret dalam mengoptimalkan fungsi pasar, khususnya di area yang sebelumnya kurang dimanfaatkan.
Sebanyak hampir 1.000 mahasiswa diterjunkan dan dibagi dalam 100 kelompok untuk menjalankan usaha secara langsung. Mereka menempati 100 unit ruko di lantai dua Pasar Anom selama satu semester, menjadikan lokasi tersebut sebagai laboratorium bisnis berbasis praktik.
Kepala DKUPP Sumenep, Moh Ramli, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, aktivitas mahasiswa mampu menghadirkan suasana baru yang berdampak langsung terhadap geliat ekonomi di dalam pasar.
“Melalui kegiatan ini kami welcome, kami sangat menyambut baik dan memberikan apresiasi,” ujar Ramli, Senin (06/04/2026).
Ia menjelaskan, transformasi yang terjadi tidak hanya tampak dari meningkatnya aktivitas jual beli secara langsung, tetapi juga dari cara mahasiswa mengembangkan usaha dengan pendekatan digital. Penjualan berbasis online yang dijalankan dinilai mampu memperluas jangkauan pasar sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan pola konsumsi masyarakat.
Lebih lanjut, Ramli menegaskan bahwa momentum ini harus dijaga agar tidak berhenti sebagai program jangka pendek. Ia mendorong adanya keberlanjutan sehingga pengalaman yang diperoleh mahasiswa dapat berkembang menjadi usaha nyata setelah program berakhir.
“Hal penting tentu kami berharap ada konsistensi, keberlanjutan setelah kegiatan yang diagendakan 4 bulan ini,” tegasnya.
Menurutnya, program ICP juga memiliki potensi besar sebagai sumber inspirasi bagi masyarakat. Warga tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga didorong untuk mengadopsi dan mengembangkan model usaha yang telah dijalankan mahasiswa.
Dengan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, ICP Uniba diharapkan mampu menjadi titik awal dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran pasar tradisional sebagai pusat ekonomi rakyat yang lebih modern dan kompetitif.
“Kalau mahasiswa bisa, apa pelaku yang lain tidak bisa?” tandasnya.(*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Wildan Mukhlishah Sy |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi