SUARA INDONESIA, BLORA - SMA Negeri 1 Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terus memperkuat implementasi program Sekolah Adiwiyata dengan mengembangkan program unggulan ecosociopreneurship, yakni kewirausahaan berbasis lingkungan yang melibatkan siswa secara aktif.
Sekolah yang meraih penghargaan Adiwiyata 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tersebut menjadikan ecosociopreneurship sebagai strategi untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membangun jiwa kewirausahaan di kalangan siswa.
Kepala SMA Negeri 1 Cepu, Jerry Puspitasari, mengatakan ecosociopreneurship merupakan program yang bertujuan mencetak generasi wirausaha yang memiliki empati terhadap lingkungan alam dan sosial demi keberlangsungan kehidupan.
Program ini menggabungkan tiga aspek utama, yakni kepedulian terhadap lingkungan (eco), kepedulian sosial (socio), dan kewirausahaan (preneurship).
“Melalui ecosociopreneurship, siswa tidak hanya diajarkan menjaga lingkungan, tetapi juga bagaimana mengelola sumber daya secara kreatif agar memiliki nilai ekonomi serta memberikan manfaat sosial bagi masyarakat,” ujarnya di Blora, Senin (20/4/2026).
Melalui program tersebut, siswa didorong memanfaatkan berbagai potensi lingkungan di sekolah, seperti hasil tanaman, sampah organik, maupun bahan daur ulang untuk diolah menjadi produk yang bernilai guna.
Berbagai kegiatan yang dilakukan antara lain pengolahan sampah menjadi kompos, pemanfaatan tanaman dari green house dan apotek hidup, serta pengolahan bahan daur ulang menjadi produk kreatif yang dapat dimanfaatkan maupun dipasarkan.
Program ini juga mendukung penerapan prinsip pengelolaan sampah berbasis 3R (reduce, reuse, recycle) yang menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian program Adiwiyata.
Memiliki 972 siswa yang terbagi dalam 27 rombongan belajar (rombel). Tiap rombel terdiri atas 36 anak. Seluruh siswa dilibatkan dalam berbagai kegiatan peduli lingkungan, baik melalui pembelajaran di kelas maupun pembiasaan dalam aktivitas sekolah sehari-hari.
Selain ecosociopreneurship, sekolah juga menjalankan sejumlah program pendukung Adiwiyata lainnya, seperti integrasi pendidikan lingkungan dalam kurikulum, penghematan energi dan air, pengelolaan bank sampah, serta penghijauan lingkungan sekolah.
“Melalui berbagai program tersebut, kami berharap dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kesadaran terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga mampu berinovasi serta menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini SMA Negeri 1 Cepu juga dipercaya mewakili wilayah Blora, Purwodadi, dan Rembang dalam Lomba Sekolah Sehat tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2026, sebagai bentuk pengakuan atas komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, bersih, dan berkelanjutan.
Ke depan, SMA Negeri 1 Cepu menargetkan peningkatan capaian program Adiwiyata hingga meraih predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri, sekaligus membina sekolah lain di wilayah Cepu agar turut mengembangkan budaya peduli lingkungan di dunia pendidikan. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Team Work |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi