SUARA INDONESIA, SITUBONDO – Nuansa sakral berpadu dengan semangat kebersamaan mewarnai peringatan piodalan ke-20 Pura Jagatnata Situbondo, Jumat (1/5/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Perum Panorama Indah, Desa Sumberkolak ini menjadi ruang temu yang mempererat harmoni antarumat beragama di Kabupaten Situbondo.
Upacara piodalan yang dilaksanakan setiap tahun saat bulan purnama tersebut memiliki makna penting bagi umat Hindu sebagai wujud rasa syukur sekaligus penguatan nilai spiritual. Pada momentum dua dekade berdirinya Pura Jagatnata—yang telah menjadi pusat aktivitas keagamaan sejak 2006—perayaan kali ini terasa lebih istimewa.
Jero Mangku Pura Jagatnata, I Wayan Karba, menuturkan bahwa piodalan tidak hanya menjadi ritual keagamaan, melainkan juga sarana memperkuat ikatan sosial di antara umat. Ia menyebut, kebersamaan yang terbangun selama ini menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.
“Kehadiran pemerintah daerah dan Forkopimda memberi makna tersendiri bagi kami. Ini bukan sekadar kunjungan, tetapi wujud perhatian dan pengayoman,” ujarnya.
Partisipasi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Wakil Bupati Ulfiyah, Kapolres, dan Dandim 0823/Situbondo, mempertegas komitmen bersama dalam merawat toleransi.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Mas Rio menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan sosial yang harus dijaga. Pemerintah daerah, menurutnya, membuka ruang yang setara bagi seluruh umat beragama untuk menjalankan keyakinannya.
“Kami memandang keberagaman sebagai kebanggaan bersama. Tidak ada sekat dalam membangun persaudaraan di Situbondo,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Ulfiyah mengapresiasi kontribusi umat Hindu dalam mendukung pembangunan daerah. Ia berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat demi kemajuan bersama.
Sementara itu, Dandim 0823 Situbondo Letkol Inf Ferry Ardian menekankan pentingnya rasa kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Ia mengajak seluruh warga untuk saling mendukung dalam bingkai persatuan nasional.
Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie turut memastikan komitmen aparat dalam menjaga keamanan dan kenyamanan umat Hindu saat beribadah. Ia menegaskan bahwa pelayanan kepolisian diberikan tanpa membedakan latar belakang masyarakat.
Perayaan piodalan ini tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga cerminan nyata kehidupan multikultural yang berjalan harmonis. Di tengah keberagaman, Situbondo menunjukkan bahwa nilai toleransi dapat tumbuh dan dirawat melalui kebersamaan yang tulus.
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Syamsuri |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi