SUARA INDONESIA, SUMENEP – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep mulai menyiapkan regenerasi kepemimpinan di lingkungan sekolah melalui proses penataan dan pengisian jabatan kepala sekolah secara bertahap.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh satuan pendidikan memiliki pemimpin yang mampu mendorong peningkatan kualitas layanan dan mutu pembelajaran.
Kepala Disdik Sumenep Moh. Iksan mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 214 guru yang telah mendaftar sebagai calon kepala sekolah. Mereka nantinya akan melalui tahapan penempatan sesuai kebutuhan lembaga pendidikan di berbagai wilayah Kabupaten Sumenep.
Penataan ini menjadi penting mengingat masih terdapat sejumlah sekolah yang dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt). Kondisi tersebut dinilai perlu segera diselesaikan agar proses pengelolaan sekolah berjalan lebih optimal.
Menurut Iksan, Disdik tidak hanya fokus pada pengisian jabatan yang kosong, tetapi juga memastikan calon kepala sekolah yang ditempatkan memiliki kapasitas dan kemampuan manajerial yang memadai.
Selain itu, pemerintah daerah juga membuka peluang bagi guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk menduduki jabatan kepala sekolah.
Saat ini Disdik tengah melakukan penataan dan menyiapkan usulan kepada pemerintah pusat agar PPPK yang memenuhi syarat dapat memperoleh kesempatan yang sama dalam memimpin satuan pendidikan.
“PPPK itu akan kita usulkan ke Kemenpan RB agar bisa ditempatkan sebagai kepala sekolah,” kata Iksan.
Ia menjelaskan, kebijakan penempatan kepala sekolah akan mempertimbangkan lokasi domisili masing-masing calon. Dengan demikian, kepala sekolah yang terpilih dapat lebih fokus menjalankan tugas dan memiliki kedekatan emosional dengan lingkungan sekolah yang dipimpinnya.
Pendekatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat rasa tanggung jawab terhadap pengembangan sekolah dan peningkatan kualitas pendidikan di wilayah masing-masing.
Disdik berharap proses regenerasi kepemimpinan sekolah ini dapat menjadi fondasi penting dalam memperkuat tata kelola pendidikan, sekaligus menciptakan iklim belajar yang lebih baik bagi peserta didik di Kabupaten Sumenep.
“Kita tempatkan minimal sesuai atau dekat dengan domisili. Biar mereka merasa memiliki bahwa ini adalah sekolah kita bersama untuk dikembangkan secara bersama,” pungkasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Wildan Mukhlishah Sy |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi