SUARA INDONESIA

BKKBN Jatim dan BPS Siap Wujudkan Kampung KB Cantik

Achmad Junaidi - 05 May 2021 | 15:05
Peristiwa Daerah BKKBN Jatim dan BPS Siap Wujudkan Kampung KB Cantik

TUBAN - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jatim, bekerjasama dengan lintas sektor untuk membangun Kampung Keluarga Berencana (KB). Salah satunya dengan menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur.

Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Sukaryo Teguh menyebut, sebanyak 1.426 kampung KB sudah terbentuk. Terdapat 75 persen Kampung KB masih masuk klasifikasi dasar dan berkembang.

"Artinya, bahwa Kampung KB saat ini sudah terbentuk, masih membutuhkan pembinaan lebih lanjut. Agar menjadi Kampung KB dengan klasifikasi mandiri, syukur-syukur bisa masuk kategori paripurna. Sehingga keberadaan Kampung KB ini betul-betul dirasakan manfaatnya bagi keluarga dan masyarakat," papar Teguh dalam kegiatan kunjungan dan pembinaan Kampung KB Deket Agung, di Kecamatan Sugio, Lamongan, Minggu, 03/05/2021).

Kampung KB didesain sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dengan kegiatan yang dikelola berdasarkan prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat itu sendiri.

"Tujuan akhirnya tentu pembangunan masyarakat. Prinsip pengelolaan Kampung KB yang bagus itu seimbang antara inisiatif masyarakat dan intervensi dari pemerintah. Lebih baik lagi bila inisiatif masyarakat itu lebih banyak. Jadi pemerintah hanya bersifat 'Ing Madyo Mangun Karso' hanya menstimulasi dan pendampingan, selebihnya menjadi tanggungjawab masyarakat,” lanjutnya.

Pada 2020, Kampung KB telah dinyatakan sebagai Kampung Keluarga Berkualitas. Hal ini untuk mempertegas bahwa Kampung KB bukan kampung yang hanya mengurusi program KB saja. Melainkan Kampung yang mengurusi terwujudnya kualitas keluarga.

"Partisipasi berbagai instansi dalam kampung KB sangat penting. Sehingga pelayanan paripurna dapat dirasakan langsung oleh masyarakat menuju kesejahteraan rakyat. Untuk itu pada kesempatan ini saya mengajak langsung Bapak Dadang Hardiwan Kepala BPS Jawa Timur. Untuk bekerja bersama mengembangkan Kampung KB,” ujarnya.

"Apalagi pada 2021 ini kami sedang menjalankan program Pendataan Keluarga 2021 secara serentak. Untuk medapatkan data mikro keluarga by name by address,” lanjutnya.

Data itu dapat dijadikan dasar dalam perencanaan pembangunan di daerah, bisa dipakai program penurunan stunting.

Para kader dan Pokja Kampung KB diharap mampu memperkuat data dan memaksimalkan pengembangan kampung KB.

Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan mengatakan, siap mendukung dan berkolaborasi pengembangan Kampung KB serta Desa Cantik (Cinta Statistik).

“Kami siap bekerja sama dalam pengelolaan dan penguatan data di desa tentu kami sangat menyambut dengan tangan terbuka, terkait Kampung KB rasa-rasanya bila tidak ada kata cantik kurang menggigit cantik kami artikan cinta statistik,” tukasnya.

Kemampuan mengelola Kampung KB juga bisa dikembangkan menjadi Kawasan Wisata.

“Data statistik sangat penting agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat atau aparat desa, apalagi bila desa ini akan ditetapkan sebagai desa wisata ini perlu pemanfaatan data, agar mampu mengembangkan desa ini menjadi lebih baik,” imbuhnya.

Merespon kebutuhan itu BPS Jatim telah mengembangkan Desa Cantik (Cinta Statistik).

“Kami menyadari peranan desa sangat dominan dalam pembangunan nasional, dan dibutuhkan SDM yang mampu memaksimalkan dan memanfaatkan data dengan baik. Sehingga perencanaan pembangunan di desa dan kelurahan akan lebih tepat sasaran, Desa Cantik ini merespon kebutuhan masyarakat akan pentingnya kebutuhan kemampuan dalam pegelolaan data,” tegasnya.

Pada 2021 telah dipilih 100 desa dan kelurahan secara nasional dalam rangka pembinaan statistik sektoral pada level wilayah administrasi terkecil yakni desa dan kelurahan.

”Desa Cantik secara nasional baru ada 100 Desa. Di Jawa Timur kami menargetkan ada 70 desa cantik, sedangkan di Lamongan kami rencanakan 3 desa,” pungkasnya. (Irq/Nang). 

Pewarta : Achmad Junaidi
Editor : Nanang Habibi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya