SUARA INDONESIA

Usai Diresmikan, Pedagang Pasar Legi Baru Ponorogo Akan Boyong

Andre Prisna - 27 May 2021 | 12:05
Peristiwa Daerah Usai Diresmikan, Pedagang Pasar Legi Baru Ponorogo Akan Boyong

PONOROGO - Setelah usai dibangun dan diresmikan, pasar legi yang berada di jalan Soekarno-Hatta, Kabupaten Ponorogo, dalam waktu dekat ini sudah mulai bisa ditempati dan digunakan oleh para pedagang. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Perdagkum) Ponorogo, Addien Andanawarih. Menurutnya, setelah lima bulan menunggu, para pedagang bisa kembali boyongan ke pasar legi semula.

"Para pedagang yang sementara waktu menempati di pasar relokasi (eks RSUD), dipastikan tanggal 4 Juni ini para pedagang bisa boyongan kembali ke pasar legi," jelasnya saat dikonfirmasi media, Kamis (27/5/2021).

Untuk proses kepindahan para pedagang kembali ke pasar legi akan dilakukan secara bertahap. Antara lain terlebih dulu pedagang pasar legi lama, kemudian eks stasiun, lalu pasar pengadilan dan disusul pedagang pasar selatan.

"Semuanya nanti menjadi satu menempati toko dan lapak masing-masing di pasar legi baru yang terdiri dari 4 lantai tersebut. Selama proses kepindahan, pembeli atau konsumen belum diizinkan masuk dahulu," imbuhnya.

Dirinya menambahkan, pembeli dimungkinkan boleh masuk jika barang dagangan sudah masuk minimal 50% dan hal ini diperkirakan membutuhkan waktu kurang lebih sekitar dua minggu.

"Hal ini dilakukan juga untuk mengantisipasi kerumunan selama proses kepindahan para pedagang ke pasar legi yang baru. Tentunya agar tak ada penyebaran covid-19 selama proses boyongan," jlentrehnya.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Ponorogo, Teguh Pujianto menanggapi terkait kepindahan para pedagang ke pasar legi baru. Pihaknya, sudah menanyakan berbagai kesiapan kepindahan pedagang ke Dinas Perdagkum.

"Kita menanyakan terkait apa saja persiapannya, baik sosialisasi kepada pedagang, fasilitas umum (fasum) dan pembagian lapak pedagang. Ya diperkirakan awal bulan Juni, pasar legi sudah bisa ditempati pedagang," tuturnya.

Sedangkan fasum yang awalnya berjumlah 10 toko atau lapak, diantarannya untuk UMKM ada 2, pedagang emas 2, untuk kepolisian ada 1, kejaksaan ada 1 dan 4 untuk perbankan .

"Wacana tersebut saat ini berubah hanya menjadi 4 toko saja. Yakni 2 untuk UMKM, serta 2 lagi untuk anjungan tunai mandiri (ATM)," tandasnya. (*)

Pewarta : Andre Prisna
Editor : Nanang Habibi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV