SUARA INDONESIA

Angka Perceraian di Bojonegoro Tembus 3.340 Kasus, Alasannya Mengejutkan

Aji Susanto - 08 December 2021 | 07:12 - Dibaca 7.86k kali
Peristiwa Daerah Angka Perceraian di Bojonegoro Tembus 3.340 Kasus, Alasannya Mengejutkan
Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.(Aji/Suaraindonesia.co.id)

BOJONEGORO - Terhitung mulai Januari sampai November tahun 2021, perceraian rumah tangga yang ditangani oleh PA (Pengadilan Agama) mencapai 3.340 perkara.

Dari deretan angka perceraian itu, salah satu alasan dominan penyebabnya adalah karena alasan faktor ekonomi.

Seperti yang disampaikan oleh Sholikin Jamik, panitera PA saat dikonfirmasi Suaraindonesia.co.id, Rabu (08/11/2021) pagi.

Dirinya menjelaskan, faktor ekonomi dimaksud tidak lain karena banyaknya pengangguran dan sulitnya mendapatkan pekerjaan guna menafkahi keluarga. 

"Sebanyak 59 persen susahnya penuhi ekonomi keluarga jadi alasan utama," ungkapnya Rabu (08/12/2021).

Sementara faktor lain, kata dia,  24 persen karena tindakan perselingkuhan di belakang.

Sementara 14 persen lagi, karena menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) serta 3 persen ketidakpuasan menafkahi batin.

"Diurutan kedua, tanpa disadari dampak handphone (media sosial) ternyata juga berpotensi menjadi memicu perceraian," ujarnya.

Kendati begitu Sholikin Jamik mengakui, bahwa PA sebenarnya telah melakukan mediasi antara suami istri kiranya jangan sampai bercerai.

Namun, mediasi itu tidak indahkan dan tetap bersikukuh untuk bercerai.

"Sebab, yang dirugikan ataupun menyesal dikemudian bukanlah orang lain.Jika ada permasalahan, kiranya diselesaikan baik-baik, saling menyadari, jangan menang sendiri" pesannya.

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Aji Susanto
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV

Peristiwa Daerah

View All
EDISI, RABU 30 JULI 2025
30 July 2025 - 22:07
EDISI, RABU 30 JULI 2025
EDISI, 10 JUNI 2025
10 June 2025 - 15:06
EDISI, 10 JUNI 2025
EDISI, 4 JUNI 2025
04 June 2025 - 13:06
EDISI, 4 JUNI 2025
EDISI, 31 MEI 2025
31 May 2025 - 13:05
EDISI, 31 MEI 2025
EDISI, 28 MEI 2025
28 May 2025 - 13:05
EDISI, 28 MEI 2025