SUARA INDONESIA, GRESIK – Seorang pemuda berinisial MA, asal Kabupaten Bojonegoro meninggal dunia dalam keadaan gantung diri di kamar mandi indekos di Desa Gempolkurung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Korban diduga nekat mengakhiri hidup karena motif hubungan asmara.
Sebelum melakukan aksi gantung diri, Korban sempat menuliskan sebuah pesan tentang hubungan asmara dan masalah hutang kepada orang tuanya. Korban ditemukan oleh temannya berinisial P dalam keadaan sudah tidak bernyawa.
Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman menerangkan bahwa peristiwa gantung diri tersebut terjadi pada Jum’at (19/6/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Korban ditemukan di kamar mandi kosnya.
“Bermula saksi P selaku teman korban dihubungi oleh pihak keluarga. Saksi dimintai tolong untuk mengecek kondisi korban. Setelah dicek, MA ditemukan sudah tidak bernyawa di kamar mandi dengan cara gantung diri,” terangnya, Sabtu (20/6/2026).
Setelah mengetahui peristiwa itu, saksi P yang juga teman korban melaporkan ke Polsek Menganti yang kemudian langsung mendatangi TKP dan melakukan evakuasi korban ke RSUD Ibnu Sina.
“Hasil pemeriksaan tim medis, korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar AKP Arif.
Dugaan sementara, lanjut Arif, korban MA nekat mengakhiri hidup disebabkan ada masalah asmara dan masalah ekonomi. Ini di ketahui dari pesan pamit yang sempat dikirimkan korban kepada keluarganya di Bojonegoro.
Pihak keluarga menganggap peristiwa tragis tersebut sebagai takdir, karena itu tidak berkenan untuk dilakukan autopsi.
“Dari keterangan pihak keluarga, melalui kakak kandung korban, bahwa korban diduga mengakhiri hidup karena permasalahan dengan pacarnya dan banyak hutang ke teman-temannya,” pungkasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Rifki Ahmad |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi