SUARA INDONESIA

Budidaya Jagung, Bupati Keerom Claim Kesiapan Capai 90 Persen

Mustakim Ali - 03 June 2022 | 09:06
Peristiwa Daerah Budidaya Jagung, Bupati Keerom Claim Kesiapan Capai 90 Persen

KEEROM - Pemerintah Kabupaten Keerom sejauh ini mengclaim persiapan capai 90 persen dalam menindaklanjuti program budidaya jagung atau Food Estate yang didukung langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Keerom, Piter Gusbager usai peninjauan sejumlah titik lokasi budidaya Jagung bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marivest) beserta timnya, BWS Papu, serta sejumlah pihak terkait lainnya, Kamis (02/06/2022).

Kata Piter Gusbager, menindaklanjuti instruksi presiden, terkait lahan budidaya jagung yang terdiri dari 20.000 Hektar, 10.000 Hektar, 3.000 Hektar termasuk lahan yang siap dieksekusi penanaman tahun ini sebesar 500 hektar terus melakukan kordinasi dengan perwakilan di wilayah seperti BWS Papu dan yang lainnya, karena persiapan pada level pelaksanaan merupakan tanggung jawab Pemkab Keerom.

"Dari luasan-luasan itu ada kordinasi terkait time line, dan sampai pada hari ini persiapan kita sudah mencapai 90 persen baik CPCL maupun sosialisasi bagaimana persiapan lahan, petani dan yang lainnya hingga persiapan secara teknis seperti infrastruktur pendukung dalam perencanaan food estate ini," ujar Piter Gusbager.

Piter Gusbager berharap proses yang sedang berjalan ini bisa diselesaikan sesuai harapan dan tidak ada hambatan, mengingat masyarakat keerom sangat antusias dalam menyambut program budidaya jagung atau Food Estate yang didukung langsung oleh Presiden Joko Widodo ini.

"Kita sangat berharap ada kordinasi, sinkronisasi dan pengawasan dari Kemenko Marivest, sehingga komunikasi pada level regulasi dan kebijakan bisa berjalan juga, karena pada level pelaksanaan di lapangan sudah berjalan. Diharapkan Menko terkait harus mengkawal proses ini," bebernya.

Bupati berharap ada sebuah peraturan Presiden yang menyatakan bahwa kabupaten keerom ditetapkan sebagai kawasan pembangunan strategis atau sejenisnya dalam ketahanan pangan nasional.

"Jika ada regulasi ini akan menjadi payung atau ada kepastian hukum yang jelas dalam keberlanjutan program budidaya jagung ini. Dalam hal ini bukan program jangka pendek akan tetapi bisa berjalan hingga puluhan tahun kedepan," tuturnya.

Sementara itu, sebagai ketua rombongan Kemenko Marivest, Asdep Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Sugeng Harmono menjelaskan bahwa kehadiran beliau beserta rombongan atas perintah Menko Manrivest untuk meninjau lokasi dan kesiapan jajaran dalam program budidaya jagung di Kabupaten Keerom.

"Setelah kami langsung meninjau lokasi lahan, ternyata tekstur tanahnya subur dan cocok sesuai hasil pengamatan dan analisis yang dilakukan oleholeh teman-teman dari UGM dan PUPR," ujar Sugeng.

Lanjut Sugeng, pihaknya akan mengadakan rapat lintas KL sebagai tindaklanjut monitoring yang dilakukan tim di kabupaten keerom hari ini. Melalui rapat tersebut kata Sugeng akan dipetakan atau time line yang jelas, seperti targetnya, kapan dilakukan line cliring, kapan dilakukan penanaman dan luasnya berapa hektar dan yang lainnya.

"Hasil rapat ini nanti akan kami kordinasikan dengan Pemkab Keerom sehingga apa yang sudah dimandatkan oleh Presiden Joko Widodo dalam program budidaya jagung dengan laha 20.000 hektar di keerom ini bisa tercapai," ungkapnya.

Dalam peninjauan lahan budidaya jagung di Kabupaten Keerom rombongan Kemenko Marivest yakni KLHK, Pertanian dan PUPR didampingi Bupati Keerom, Piter Gusbager beserta jajarannya, dan juga kementerian atau mitra lintas kordinasi di Papua langsung menuju lokasi lahan di Kampung Sawiyatami, Wambes dan Yamara dan bertemu langsung dengan tokoh ada dan masyarakat setempat.

Setelah itu Bupati dan Wakil Bupati beserta rombongan melanjutkan agenda dengan mengadakan rapat kordinasi di ruang rapat bupati Keerom.

Selain rombongan kementerian dan lintas kordinasi dan mitra, hadir pula instansi terkait dan Forkompinda Pemkab Keerom.

Pewarta : Mustakim Ali
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya