SUARA INDONESIA

Aksi Begal Masih Menghantui Warga Tuban

Irqam - 08 May 2023 | 20:05 - Dibaca 1.37k kali
Peristiwa Daerah Aksi Begal Masih Menghantui Warga Tuban
Dua bocah korban begal saat menunjukkan sepeda motor yang sebelumnya dirampas oleh terduga pelaku, (Foto: Irqam/suaraindonesia.co.id).

TUBAN - Kejahatan jalanan yang hingga berujung penganiayaan dan perampasan barang berharga masih menghantui warga Kabupaten Tuban. Pada bulan ini, dua bocah mengalami luka-luka akibat aksi pembegalan.

Kasus terbaru menimpa Ridho (16), warga Kelurahan Kiking dan Ahmad Alvin (16), warga Kelurahan Ronggomulyo. Mereka menjadi korban pembegalan pada Minggu (7/5/2023) sekitar pukul 01.00 WIB.

Kejadian bermula saat kedua korban yang berboncengan menggunakan sepeda motor Scoopy, hendak pulang dari tempat nongkrong atau ngopi.

Saat melintas di Jalan Veteran tepatnya di area Alun-alun, korban tiba-tiba dikejar orang tak dikenal mengendarai sepeda motor smash.

Kemudian sepeda motor korban dipacu kencang hingga sampai melewati kawasan Rest Area sampai ke selatan hingga tiba di perempatan pegadaian.

Tiba lokasi kejadian, saat akan belok ke kiri, Alvin yang posisinya dibonceng, ditarik oleh pengendara dan penumpang motor hingga keduanya terjatuh. 

Saat terjatuh, Alvin langsung dipukuli beramai-ramai oleh belasan orang yang diduga kelompok pemotor smash, hingga mengalami luka di punggung. 

Sementara Ridho, lari karena takut dengan kelompok yang jumlahnya banyak. Sedangkan Alvin usai digebuki juga ikut kabur tidak berani mengambil motornya. 

"Ridho kabur duluan, saya usai digebuki lalu pulang tidak berani ambil motor di perempatan pegadaian," kata Alvin kepada awak media, ditemui di rumahnya, Senin (8/5/2023). 

Didampingi keluarganya, Alvin mengaku tidak kenal dengan kelompok para pelaku yang melakukan pembegalan. 

Namun pada Minggu sore, sepeda motor Scoopy berwarna merah yang sebelumnya dirampas oleh terduga pelaku tiba-tiba dikembalikan ke rumahnya.

"Sepeda motor diantar ke rumah dalam kondisi rusak, jok dirusak. Saya tidak kenal dengan para pelaku," terangnya sambil menunjukkan sepeda motor. 

Sementara Debi Dwi Wahyuni, orangtua Alvin mengatakan, sudah melaporkan kasus kekerasan dan penganiayaan yang menimpa putranya di hari itu juga.

Ia berharap agar kejadian tersebut segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian dengan memproses hukum para pelaku. 

"Sebagai orang tua saya tidak terima meski motor sudah dikembalikan, minta proses hukum dijalankan karena saya sudah lapor di Polres. Ini soal nyawa," tandasnya.

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Irqam
Editor : Lutfi Hidayat

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV