SUARA INDONESIA

Merasa 'Tidak Dihiraukan' Bupati, Ribuan Honorer di Jember Ancam Mogok

Imam Hairon - 04 October 2021 | 20:10
Peristiwa Nasional Merasa 'Tidak Dihiraukan' Bupati, Ribuan Honorer di Jember Ancam Mogok

JEMBER - Terkesan tidak dihiraukan dan ditanggapi langsung oleh Bupati Jember, ribuan guru honorer Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ancam mogok kerja.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua Forum Honorer PGRI Jember Mulyadi, saat dikonfirmasi Suaraindonesia.co.id saat diwawancarai lewat sambungan selulernya, Senin (04/10/2021).

"Kalau aspirasi kami tidak ditanggapi bupati, sepuluh ribu lebih guru dibawah naungan kami, akan lakukan mogok kerja," ancamnya dengan nada lantang.

Kata dia, jumlah honorer di Kabupaten Jember jumlahnya diatas aparatur sipil negara (ASN).

"Kalau demo kami nanti disalahkan, kami akan pilih mogok saja bersama puluhan ribu honorer lain," tegasnya menyampaikan.

Mulyadi mencontohkan, beberapa kabupaten lain, bupati dan DPRD ikut berjuang membuat surat menyampaikan aspirasi.

"Jember sampai saat ini mana, kami sangat kecewa dengan kondisi ini. Hargai sedikit perjuangan kami," pekik pria bergelar sarjana agama ini.

Guru agama ini kembali menegaskan, tidak akan mau menemui Sekda Jember, sebelum Bupati Hendy turun tangan sendiri.

"Pokoknya kami tidak akan memenuhi undangan itu, apalagi yang ngundang hanya sekda," pungkasnya.

Sementara Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Edy Cahyo Purnomo menyayangkan sikap bupati yang terkesan abai.

"Mereka ingin menyuarakan aspirasi. PPPK adalah kewenangan pusat, apa salahnya mendengarkan aspirasi dan meneruskan. Bupati juga pelayan rakyat sama seperti kami," ungkapnya.

Kendati begitu, dirinya berharap guru honorer tidak melanjutkan melakukan mogok.

"Karena dampaknya luar biasa pada proses kegiatan belajar mengajar. Tapi kalau itu dianggap sebagai cara untuk memperjuangkan aspirasi dan hak, apa boleh buat," pungkasnya.

Pewarta : Imam Hairon
Editor : Nanang Habibi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV