SUARA INDONESIA

Berturut-turut, Lima Titik Kebakaran Lahan di Banyuwangi Terjadi dalam Sepekan 

Muhammad Nurul Yaqin - 13 September 2023 | 13:09 - Dibaca 1.14k kali
Peristiwa Berturut-turut, Lima Titik Kebakaran Lahan di Banyuwangi Terjadi dalam Sepekan 
Kebakaran lahan di kawasan Politeknik Masami di Lingkungan Kramat, Kelurahan Kertosari, Banyuwangi Selasa (12/09/2023). (Foto: Dok. Damkar).

BANYUWANGI, Suaraindonesia.co.id - Kebakaran lahan melanda Banyuwangi, Jawa Timur. Hanya dalam waktu sepekan, tercatat sudah lima kali kejadian.

Data yang dihimpun suaraindonesia.co.id, kebakaran lahan pertama kali muncul, Kamis (07/09/2023) lalu. Sebuah lahan kosong di dekat perumahan Adi Mas, Kelurahan Sobo, mendadak terbakar. Lahan berupa alang-alang ini dilalap api akibat naiknya suhu udara. 

Cuaca panas membuat alang-alang terbakar. Api dengan cepat merembet. Bahkan, asap kebakaran sudah menyerbu ke perumahan warga. Api berhasil dipadamkan dalam waktu singkat oleh petugas pemadam kebakaran. 

Kasus serupa kembali muncul, Jumat (08/09/2023) malam. Sebuah lahan kosong di Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat, mendadak dilalap api. 

Lahan ini juga ditumbuhi ilalang. Naiknya suhu udara membuat api dengan cepat menyebar.Kebakaran juga nyaris masuk ke perkampungan warga. Beruntung, api berhasil dijinakkan dengan cepat. 

Kebakaran lahan berlanjut, Sabtu (09/9/2023) siang. Bekas lahan tebu di Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo mendadak terbakar. Api berkobar dengan cepat akibat angin dan naiknya suhu udara. Kebakaran berhasil diredam setelah petugas pemadam mengerahkan sejumlah mobil pemadam. 

Tak henti sampai disitu, pada Senin (11/09/2023) kebakaran melanda lahan kosong di dekat perumahan Gedong Kertosari, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi. Lahan yang tak jauh dari perumahan mendadak terbakar. Lahan ini juga ditumbuhi ilalang yang mengering. 

Terbaru, kebakaran lahan kembali terjadi di Banyuwangi. Kali ini terjadi di kawasan Politeknik Masami di Lingkungan Kramat, Kelurahan Kertosari, Selasa (12/09/2023).

Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Pemicunya karena timbunan sampah yang dibakar. Bara terbang terbawa angin lalu memantik rerumputan kering yang berada di sekitarnya. 

Beruntung saat itu, para karyawan di Politeknik Masami segera menghubungi tim pemadam kebakaran. Api tak jadi meluas dan berhasil dipadamkan.

Kepala Regu II Damkar Banyuwangi, Muchlisin mengimbau warga lebih berhati-hati. Saat ini merupakan puncak musim kemarau, sehingga riskan terjadi kebakaran lahan.

"Jangan membakar sampah, karena saat ini kemarau, ditambah anginnya kencang membuat api mudah menjalar. Kalau memang terpaksa membakar sampah, yang penting jangan sampai ditinggal," bebernya.

Beruntung kebakaran lahan di Politeknik Masami segera dilaporkan, sehingga petugas bisa segera mengambil tindakan. Api tidak sampai luas menjalar. 

"Butuh 10 menit untuk memadamkan bara di Politeknik Masami," jelasnya.

Tingginya kasus kebakaran lahan di Banyuwangi ternyata dipicu musim kemarau. Versi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BKMG) Banyuwangi, saat ini adalah puncak musim kemarau. Sehingga, cukup rawan terjadinya kebakaran lahan. 

“Saat ini memang puncak musim kemarau. Penyebabnya, angin musiman atau angina monsoon dari Australia membawa dampak pengurangan curah hujan dan kelembaban di Indonesia, termasuk Banyuwangi,” kata Prakirawan BMKG Banyuwangi Fredi Dwi Kurniawan, Rabu (13/09/2023).

Puncak kemarau ini diprediksi akan berlangsung mulai awal hingga akhir September.  Setelah itu, akan mulai memasuki musim hujan. Di Banyuwangi, musim hujan awal akan melanda di kawasan Banyuwangi barat. Mulai Kecamatan Songgon, Kalibaru dan sebagian Pesanggaran. 

Selama puncak kemarau, BMKG mengimbau masyarakat waspada. Sebab, cukup rawan terjadinya kebakaran. Termasuk, kekeringan. “Masyarakat sebaiknya lebih berhati-hati. Terutama ketika beraktivitas dengan api. Musim kemarau cukup rawan terjadinya kebakaran,” tegasnya. (yq/amb)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Yuni Amalia

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV