SUARA INDONESIA, BLITAR - Akibat menerobos palang pintu rel kereta api yang ditutup total wilayah Dusun Sendung, Desa Bendosari Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, seorang kakek berinisial N (74) warga setempat dinyatakan meninggal dunia usai tertabrak kereta api, Senin (06/04/25).
Kasat Lantas Polres Blitar Kota, AKP Agus Prayitno mengatakan, semula korban dari arah selatan hendak menuju ke utara, saat melintas di perlintasan sebidang JPL 206 KM 128 secara mendadak tertabrak kereta api Kertanegara LOK 167 B jurusan Malang - Purwakarto Jawa Tengah hingga tewas di tempat.
"Sebenarnya, lokasi perlintasan sebidang ini sudah ditutup total secara bertahap mulai dari akses roda empat sampai roda dua. Korban bisa kecelakaan lantaran nekat mengangkat sepeda kayuhnya melewati area terlarang. Akhirnya, korban meninggal dengan kondisi yang mengenaskan," katanya.
Dijelaskan, perlintasan sebidang di Dusun Sendung ditutup total karena sebelumnya terjadi adegan bunuh diri, tidak ada palang pintu dan penjaga yang standby. Polres Blitar Kota bersinergi dengan Dishub Pemkab Blitar memberikan sosialisasi ke wilayah soal penutupan ini.
"Jadi penutupan itu tidak dilakukan sepihak melainkan melalui sejumlah mekanisme yang ada, kami melihat area tersebut sangat rawan untuk dilewati oleh pengguna jalan baik pejalan kaki maupun kendaraan," imbuhnya.
Polres Blitar Kota mengimbau kepada seluruh pengguna jalan yang melintas di area perlintasan kereta diminta berhati-hati apabila ada perlintasan sebidang lebih baik memutar jalur biar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Arik Susanto |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi