SUARA INDONESIA

Qori Disabilitas Menggema di Muscab PKB Banjarnegara, Simbol Politik Inklusif yang Menyentuh

Iwan Setiawan - 19 April 2026 | 10:04 - Dibaca 290 kali
Politik Qori Disabilitas Menggema di Muscab PKB Banjarnegara, Simbol Politik Inklusif yang Menyentuh
Para pengurus DPC PKB Banjarnegara saat mengikuti Muscab, forum strategis untuk evaluasi dan merumuskan langkah ke depan. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, BANJARNEGARA - Suasana tak biasa terasa dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa  (PKB) Banjarnegara. Sabtu (18/4/2026) malam.

Alih-alih sekadar forum politik yang formal dan kaku, acara ini justru menghadirkan nuansa hangat, menyentuh, sekaligus sarat pesan kemanusiaan.

Sorotan utama datang dari momen pembukaan yang begitu menggetarkan. Seorang qori penyandang disabilitas netra melantunkan ayat suci Al-Qur’an dengan penuh penghayatan, jemarinya lincah menyusuri mushaf Braille.

Di sampingnya, seorang rekan penyandang disabilitas rungu menerjemahkan ayat-ayat tersebut melalui bahasa isyarat yang ekspresif dan menyentuh. Kolaborasi ini bukan hanya indah, tetapi juga menghadirkan pesan kuat tentang kesetaraan dan penghargaan terhadap keberagaman.

Ketua DPC PKB Banjarnegara, Wakhid Jumali, menegaskan bahwa kehadiran qori dari kalangan disabilitas bukan sekadar pelengkap acara.

“Ini adalah wujud nyata komitmen inklusivitas kami. PKB ingin menunjukkan bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama, tanpa memandang keterbatasan. Mereka memiliki potensi luar biasa yang harus diberi ruang,” ungkapnya.

Langkah ini pun menuai apresiasi dari berbagai pihak. Ketua DPW PKB Jawa Tengah, H. Sarif Abdillah, menyebutnya sebagai terobosan positif dalam dunia politik lokal. 

Menurutnya, apa yang dilakukan PKB Banjarnegara menjadi contoh bahwa kelompok rentan layak mendapatkan tempat terhormat dalam ruang publik, termasuk politik.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum DPP PKB, Ida Fauziyah, menyampaikan pesan dari Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. Ia menekankan pentingnya soliditas kader, politik kehadiran, serta keteladanan dalam melayani masyarakat. Pesan tersebut menegaskan arah perjuangan PKB sebagai partai yang dekat dengan rakyat.

"Muscab ini sendiri menjadi forum strategis bagi para pengurus, mulai dari DPC, DPAC, hingga badan otonom. Selain mengevaluasi kinerja, forum ini juga merumuskan program kerja ke depan serta menyiapkan kepengurusan baru yang diharapkan mampu membawa PKB semakin dekat dengan masyarakat dan siap menghadapi kontestasi politik mendatang," ujar Ida Fauziyah.

Tak hanya sarat nilai sosial, Muscab ini juga kental dengan nuansa budaya lokal. Penampilan Tari Dawet Ayu turut memeriahkan acara, menjadi simbol bahwa langkah politik PKB tetap berpijak pada kearifan lokal Banjarnegara.

Sejumlah tokoh penting turut hadir, mulai dari Bupati Banjarnegara, Ketua PCNU, para kiai, hingga pimpinan partai politik lainnya. Kehadiran mereka mencerminkan kuatnya jalinan silaturahmi lintas elemen di tingkat daerah.

Dengan sentuhan inklusivitas dan budaya, Muscab PKB Banjarnegara kali ini bukan sekadar agenda organisasi melainkan pesan kuat bahwa politik bisa hadir dengan wajah yang lebih manusiawi, merangkul, dan penuh makna. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Iwan Setiawan
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV