SUARA INDONESIA, SUMENEP- Di antara deru ombak dan semilir angin laut, Pantai Sadulang kembali menjadi saksi sebuah perayaan yang meriah.
Yah, Festival Pantai Sadulang ke-VI, yang dihelat di Desa Sadulang, Kecamatan Sapeken, Sumenep, Jawa Timur, bukan sekadar ajang tahunan, melainkan sebuah tradisi yang mengikat erat masyarakat kepulauan.
Festival Pantai Sadulang memang bukan sekadar ajang perlombaan. Ia adalah perwujudan semangat kolektif, kebanggaan akan tradisi, serta harapan akan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat kepulauan.
Inisiasi dari pemuda Karang Taruna Persada ini kembali menyulut semangat kebersamaan, yang terpancar dari berbagai kegiatan seru dan penuh makna.
Salah satu magnet utama festival ini adalah lomba balap sampan. Tahun ini, sebanyak 23 sampan dari berbagai pulau di Sadulang ikut ambil bagian dalam adu kecepatan di lautan biru.
Deretan nama-nama pemenang pun diumumkan dengan penuh antusiasme: Pemburu Laut dari Pagerungan Kecil menyabet Juara 1, diikuti oleh Teh Mumun dari Sadulang sebagai Juara 2, dan Pancasona dari Sadulang Kecil di posisi ketiga.
Lomba ini bukan sekadar adu cepat, melainkan bentuk kebanggaan akan keahlian melaut yang diwariskan dari generasi ke generasi.
"Sejak pagi, pantai sudah penuh sesak dengan warga yang ingin menyaksikan perlombaan. Sorak-sorai mereka menjadi penyemangat bagi para peserta," ujar Paisal, panitia festival, menggambarkan atmosfer yang penuh semangat di Dusun Tanjung Pakka.
Tidak hanya perlombaan, festival ini juga menjadi berkah bagi pelaku usaha lokal. Berbagai stand UMKM yang menjajakan kuliner khas kepulauan mendapat sorotan tersendiri.
Salah seorang pedagang Aminatus mengungkapkan kebahagiaannya, karena festival ini memberinya peluang untuk meningkatkan pendapatan.
"Alhamdulillah, berkat festival ini, dagangan saya laris. Pengunjung dari berbagai pulau datang dan membeli makanan khas yang saya jual," katanya dengan penuh syukur.
Festival Pantai Sadulang tidak hanya sekadar hiburan, melainkan juga wadah pelestarian budaya dan identitas kepulauan.
Tal ayal, Anggota DPRD Sumenep Dapil 8, Syamsul Bahri, yang turut hadir dalam acara tersebut, menilai bahwa festival ini memiliki potensi besar untuk menjadi ikon wisata bahari yang lebih dikenal luas.
"Antusiasme masyarakat luar biasa. Meskipun hanya dua hari, dampaknya sangat positif, terutama bagi UMKM lokal. Saya berharap Karang Taruna Persada terus menjaga dan mengembangkan festival ini agar semakin besar," tutupnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Wildan Mukhlishah Sy |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi