SUARA INDONESIA, GUNUNGSITOLI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Gunungsitoli terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat budaya baca melalui kerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Gunungsitoli.
Komitmen tersebut terlihat saat Kepala Bidang Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Gunungsitoli, Nelvi Juwita Zebua, bersama tim melakukan kunjungan koordinasi sekaligus survei perpustakaan di Lapas Kelas IIB Gunungsitoli, Selasa, (9/6/2026).
Kedatangan rombongan itu disambut oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Binadik dan Giatja), Hiburan Loi, bersama jajaran Lapas Gunungsitoli.
Dalam kunjungan itu, tim dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Gunungsitoli meninjau langsung kondisi perpustakaan yang tersedia di dalam lapas.
Peninjauan dilakukan untuk melihat ketersediaan sarana dan prasarana, koleksi bahan bacaan, sistem layanan perpustakaan, hingga peluang pengembangan yang dapat dilakukan ke depan.
Survei tersebut dinilai penting untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perpustakaan di lingkungan lapas.
Hasilnya diharapkan menjadi dasar dalam merumuskan langkah-langkah peningkatan layanan agar semakin bermanfaat bagi warga binaan.
Kalapas Kelas IIB Gunungsitoli, Sahat Bangun, melalui Kasi Binadik dan Giatja, Hiburan Loi menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan dukungan yang diberikan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Gunungsitoli.
Menurutnya, keberadaan perpustakaan memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan program pembinaan di dalam lapas.
"Kami meyakini bahwa pembinaan tidak hanya dilakukan melalui pengawasan dan pemberian keterampilan, tetapi juga melalui peningkatan wawasan dan pengetahuan," ujarnya.
"Karena itu, perpustakaan menjadi sarana penting bagi warga binaan untuk belajar, memperluas cara pandang, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat," lanjutnya.
Ia menambahkan, budaya membaca dapat memberikan dampak positif bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Melalui buku dan berbagai sumber bacaan, mereka dapat memperoleh pengetahuan baru, meningkatkan kemampuan diri, serta memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang lebih produktif.
"Kami berharap sinergi yang terjalin dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Gunungsitoli dapat terus berlanjut. Dengan dukungan berbagai pihak, layanan perpustakaan di Lapas Gunungsitoli dapat semakin berkembang dan mampu memenuhi kebutuhan warga binaan akan akses informasi dan pengetahuan," lanjutnya.
Sementara itu, kunjungan yang dilakukan Nelvi Juwita Zebua bersama tim juga menjadi momentum untuk mempererat koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak lapas dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Keberadaan perpustakaan di lingkungan pemasyarakatan dinilai memiliki nilai strategis karena tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang belajar yang mampu mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih positif. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Arozatulo Zebua |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi