SUARA INDONESIA

Laesan Lasem Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Dinbudpar Rembang Bidik Target Lebih Luas

Ezra Vandika - 27 April 2026 | 19:04 - Dibaca 164 kali
Wisata Laesan Lasem Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Dinbudpar Rembang Bidik Target Lebih Luas
Kesenian tradisional Laesan Lasem kini resmi menyandang status sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI). (Foto: Dok.Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, REMBANG– Kesenian tradisional Laesan Lasem kini resmi menyandang status sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI). Capaian ini ditandai dengan diterbitkannya sertifikat pengakuan untuk Kabupaten Rembang sebagai bentuk penghargaan atas pelestarian budaya lokal.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, Isti Choma Wati, M.Pd., menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. Ia menjelaskan bahwa usulan ini telah diproses sejak tahun lalu dan resmi ditetapkan pada akhir Desember 2024, sementara penyerahan sertifikat baru saja dilakukan pada 21-22 April 2026.

"Kami sangat berterima kasih atas pengakuan ini. Laesan Lasem akhirnya mendapatkan sertifikat WBTBI untuk tahun 2025. Ini adalah sebuah penghargaan besar bagi kekayaan budaya kita," ujar Isti saat memberikan keterangan.

Meski menyambut baik prestasi ini, Isti menekankan bahwa jalan menuju sertifikasi budaya tidaklah mudah. Dinbudpar menargetkan ke depannya tidak hanya satu kesenian yang didaftarkan setiap tahunnya, melainkan mencakup berbagai aspek termasuk kuliner khas daerah.

"Untuk menuju sertifikasi itu memang tidak mudah. Kita harus mencari sumber data yang benar-benar akurat dan menjelaskan secara runtut. Misalnya untuk kuliner, harus detail soal sejarahnya, bumbunya apa saja, hingga cara membuatnya. Semua harus autentik," jelasnya. Selain validasi data, faktor anggaran juga menjadi aspek penting dalam proses pengusulan ke tingkat nasional.

Guna menjaga keberlangsungan Laesan Lasem agar tidak punah, Dinbudpar berencana melakukan langkah strategis melalui dunia pendidikan. Isti menyebut bahwa sekolah adalah sarana paling efektif untuk mengenalkan budaya kepada generasi muda.

Pihaknya berencana menjalin kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang untuk memasukkan kesenian Laesan ke dalam kegiatan pembelajaran atau ekstrakurikuler.

"Harapannya nanti bisa diajarkan di sekolah-sekolah. Laesan akan memperkaya khazanah seni kita selain Tari Gondorio dan Tari Orek-Orek yang sudah lebih dulu eksis. Kami juga memikirkan peluang untuk mengadakannya dalam bentuk perlombaan atau event khusus," tambahnya.

Dengan status baru sebagai Warisan Budaya Tak Benda, Laesan Lasem diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan di atas kertas, tetapi benar-benar hidup dan berkembang di tengah masyarakat Rembang, bersanding dengan kekayaan tradisi lainnya yang telah diakui secara nasional.

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Ezra Vandika
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV