SUARA INDONESIA

Jember Punya Budaya Enggrang, Wamenkomdigi Nezar Patria Turun Langsung

Redaksi - 09 May 2026 | 21:05 - Dibaca 212 kali
Advertorial Jember Punya Budaya Enggrang, Wamenkomdigi Nezar Patria Turun Langsung
Wamenkomdigi Nezar Patria saat menghadiri acara Festival Egrang Tanoker ke-14 di Desa Sumber Lesung, Kecamatan Ledokombo, Jember. (Foto: dok. Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, JEMBER - Festival Egrang Tanoker ke-14 resmi diluncurkan di Pasar Lumpur, Desa Sumber Lesung, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan budaya tahunan tersebut mendapat perhatian langsung dari Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria, yang hadir bersama istri dan rombongan.

Kedatangan Wamenkomdigi disambut hangat oleh panitia dan masyarakat dengan penyematan janur kuning sebagai simbol penghormatan.

Suasana semakin semarak saat para pemuda dan pemudi Ledokombo menampilkan tarian egrang yang menjadi ciri khas Festival Tanoker.

Selain itu, siswa-siswi SDN Lembengan 03 turut memperlihatkan kepiawaian mereka bermain egrang di hadapan tamu undangan. Penampilan tersebut mendapat tepuk tangan meriah dan apresiasi dari seluruh peserta yang hadir.

Launching Festival Egrang Tanoker ke-14 ditandai dengan pelepasan balon oleh Nezar Patria sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan festival budaya tersebut.

Dalam sambutannya, Nezar Patria memberikan apresiasi tinggi kepada komunitas Tanoker Ledokombo yang dinilai konsisten menjaga dan melestarikan permainan tradisional di tengah perkembangan era digital.

“Festival ini luar biasa karena mampu bertahan hingga tahun ke-14. Kami sangat mengapresiasi Tanoker Ledokombo yang terus menjaga budaya sekaligus memberikan ruang positif bagi anak-anak dan masyarakat,” ujar Nezar.

Menurutnya, permainan tradisional seperti egrang memiliki nilai penting dalam pembentukan karakter generasi muda, terutama di tengah dominasi permainan digital saat ini.

Lebih lanjut Ia mengatakan, anak-anak membutuhkan aktivitas yang tidak hanya menghibur, tetapi juga melatih kecerdasan emosional, kerja sama, dan semangat pantang menyerah.

“Permainan egrang menjadi penyeimbang di tengah kehidupan digital anak-anak sekarang. Mereka belajar menjaga keseimbangan, saling mendukung, dan bangkit ketika terjatuh,” katanya.

Nezar menilai nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam membentuk mental generasi muda yang kuat dan tangguh menghadapi tantangan masa depan.

“Jangan takut jatuh dan jangan takut gagal. Ketika jatuh, kita belajar untuk bangkit kembali. Itu adalah pelajaran hidup yang sangat penting bagi anak-anak,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa permainan tradisional tidak harus dipertentangkan dengan perkembangan teknologi digital. Menurutnya, keduanya dapat berjalan berdampingan selama anak-anak tetap memiliki ruang interaksi sosial secara langsung.

“Dalam permainan egrang, anak-anak belajar tentang solidaritas dan empati. Ketika ada teman yang jatuh, mereka memberi semangat, bukan mengejek. Nilai seperti inilah yang penting untuk membangun karakter anak,” jelasnya.

Festival Egrang Tanoker selama ini dikenal tidak hanya sebagai ajang pelestarian budaya lokal, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan masyarakat dan penggerak ekonomi kreatif di wilayah Ledokombo dan Kabupaten Jember secara umum. (ADV)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Redaksi
Editor : Satria Galih Saputra

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV