SUARA INDONESIA

Tandatangani MoU, Padang Siap Bangun Kawasan Wisata Terpadu Padang Sarai Senilai Rp 2,2 Triliun  

Anggun Fitria - 11 June 2026 | 22:06 - Dibaca 167 kali
Advertorial Tandatangani MoU, Padang Siap Bangun Kawasan Wisata Terpadu Padang Sarai Senilai Rp 2,2 Triliun   
Penandatanganan MoU pembangunan Kawasan Wisata terpadu di Padang Sarai Kota Padang. (Foto Anggun/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, PADANG – Pemerintah Kota Padang terus berkomitmen mendorong pertumbuhan investasi daerah. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama investasi dan pembangunan Kawasan Wisata Terpadu Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah. 

Acara yang berlangsung di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang pada Kamis (11/6/2026). Penandatanganan disaksikan langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran. 

Dokumen ditandatangani oleh pemilik lahan Fauzi Bahar, bersama Direktur PT Tasake Indo Service Dede Mulyana, Direktur PT Nusa Indah Permata Muhammad Yunus, dan Direktur PT Win Sekawan Utama Syafri. 

Turut hadir Kepala DPMPTSP Kota Padang Fauzan Ibnovi, Kepala Dinas PUPR Malvi Hendri, serta Kepala DPMPTSP Provinsi Sumatera Barat Luhur Budianda mewakili Gubernur.

Wali Kota Fadly Amran menegaskan bahwa pemerintah membuka seluas-luasnya peluang investasi. Menurutnya, investasi berperan penting mempercepat pembangunan, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, membuka lapangan kerja, serta menekan angka pengangguran. 

“Realisasi investasi Kota Padang pada 2025 mencapai sekitar Rp 4,5 triliun, dengan sektor perhotelan dan restoran sebagai penyumbang terbesar,” ungkapnya.

Fadly Amran menilai proyek Padang Sarai sangat prospektif, sejalan dengan upaya penguatan sektor pariwisata. 

Terlebih, kata Fadly Amran Kota Padang saat ini sedang dalam proses nominasi menjadi Kota Gastronomi UNESCO yang diharapkan mendongkrak kunjungan wisatawan. 

“Kami dukung penuh proyek ini agar segera dimulai. Pemerintah akan memberikan kemudahan perizinan sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Direktur PT Tasake Indo Service Dede Mulyana menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah. Ia menyebut pengalaman mengembangkan kawasan serupa di Tasikmalaya akan menjadi modal mewujudkan konsep terpadu di Padang.

Sementara itu, pemilik lahan Fauzi Bahar menyatakan nilai investasi yang direncanakan mencapai sekitar Rp 2,2 triliun.

Ia mengatakan Kawasan ini akan dibangun dengan fasilitas lengkap, antara lain tiga hotel, lapangan golf, dan berbagai sarana pendukung lainnya. 

Proyek ini diharapkan menjadi salah satu investasi pariwisata terbesar di Kota Padang dan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar. (Adv)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Anggun Fitria
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV