SUARA INDONESIA

Omzet Turun Saat PPKM Darurat, Pedagang Angkringan di Ponorogo Menjerit

Andre Prisna - 12 July 2021 | 17:07
Ekonomi Omzet Turun Saat PPKM Darurat, Pedagang Angkringan di Ponorogo Menjerit

PONOROGO - Sejumlah pemilik warung dan pedagang angkringan meluapkan keluhannya dengan adanya pembatasan jam malam pukul 20.00 WIB pada PPKM darurat ini. 

Salah satunya, datang dari salah seorang pedagang angkringan depan telkom atau tepatnya berada di jalan Sultan Agung, Kelurahan Bangunsari, Kabupaten Ponorogo.

Pada banner angkringan bertuliskan, "Ya Allah, saya kelaparan harus berjuang melawan covid-19. Ya Tuhan, jualan kopi aja kaya open BO, takut sama patroli. Dari kami, beban keluarga". 

Menurut salah seorang pemilik angkringan, Yoga Atmajaya (31) mengatakan, angkringannya buka dari jam 5 sore dan tutup jam 8 malam selama PPKM darurat ini. 

"Ya tentu dengan waktu sesingkat itu, omzet jualannya turun drastis hingga 75% selama PPKM Darurat ini," jelasnya saat dikonfirmasi wartawan, Senin (12/7/2021).

Dirinya mengaku semalam hanya meraup uang (kotor) kurang lebih Rp 200 ribu. Karena memang hanya membawa jajanan sedikit. Selain itu, ada 7 orang biasanya yang titip jajanan ke angkringan ini, sekarang hanya 2 orang saja.

"Karena sepi, terpaksa saya juga meliburkan karyawan yang biasanya membantu dan digaji Rp 50 ribu semalam. Saya liburkan karena tak mencukupi hasilnya jika menyewa pembantu," imbuhnya.

Setiap akan tutup, jajanan juga tak semuanya laku terjual selama PPKM Darurat ini. Seharusnya rakyat mau bangkit dari ekonomi, ternyata ada PPKM Darurat ini.

"Sebenarnya saya juga takut covid-19, namun saya lebih takut pada Allah dan orang tua. Saya hanya khawatir tidak bisa memberi makan keluarga. Termasuk ibu, istri, anak dan kakek nenek," jlentrehnya.

Dirinya mengaku takut kelaparan daripada wabah penyakit yang tidak jelas ini. Padahal negara lain sudah ada pesta sepak bola (Euro).

"Kalau tak kerja bingung sekeluarga besok makan apa. Masa iya hanya makan jajanan sisa berjualan angkringan terus," tandasnya. (*)

Pewarta : Andre Prisna
Editor : Nanang Habibi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya