SUARA INDONESIA

RAPI Carikan Solusi VHF Untuk Kampung Terpencil di Jombang

Gono Dwi Santoso - 08 November 2021 | 22:11
Entertaiment RAPI  Carikan Solusi VHF Untuk  Kampung Terpencil di Jombang

JOMBANG – Problem komunikasi dalam layanan darurat medis di kampung terpencil di kabupaten Jombang coba dicarikan solusi oleh tim relawan RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) Wilayah 08. Kab. Jombang. Membersamai momentum peringatan HUT 41 RAPI (10 November 1980 - 10 November 2021), Senin ( 8/11/ 2021).

Lima relawan komunikasi RAPI Jombang dan dua dari RAPI Kabupaten Mojokerto lakukan anjangsana ke tiga desa tanpa layanan seluler di Kecamatan Ngusikan. Yakni, Desa Kromong, Desa Asemgede dan Desa Cupak. 

Kedatangan rombongan yang menumpang mobil Rescue Dinsos itu untuk menyampaikan keberadan repeater radio VHF di Bukit Modo, Ngusikan yang telah berfungsi sejak Juni 2021. Repeater radio VHF hasil kolaborasi para pihak yang digalang relawan RAPI tersebut telah untuk layanan komunikasi darurat medis, kebencanaan dan gangguan kamtibmas.

Sosialisasi fungsi perangkat tersebut kali pertama dilakukan pada 23 September 2021 saat pertemuan antara Muspika Ngusikan dengan pemdes se-Kecamatan Ngusikan dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Jombang. 

’’Alhamdulillah kami bersyukur semakin banyak pihak yang peduli dengan kami di desa terpencil. Sebelumnya, Telkom bantu akses internet via parabola di Dusun Banyuasin, Desa Kromong. Layanan itu digratiskan setahun,’’ ungkap Hermawan, kades Kromong saat berdialog dengan tim Jelajah Desa Tangguh RAPI Jombang.

Selama ini, kata Hermawan, untuk akses layanan darurat medis terdekat, warganya lebih memilih RSUD RA Basuni, Kecamatan Gedeg Kab. Mojokerto atau klinik swasta di Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. 

Antara Desa Kromong dengan RSUD RA Basuni berjarak 22km. ’’Jika terpaksa ke Puskesmas Keboan, jaraknya 17 km. Namun, warga kami lebih sering ke Kemlagi atau ke Gedeg,’’ papar Hermawan.

Pemdes Kromong mengaku siap meningkatkan layanan darurat medis di desanya. Antara lain melatih sopir ambulans mobil siaga desa (MSD), mengupayakan pengadaan radio di MSD dan operator MSD. Secara bertahap.

Apresiasi yang sama diungkapkan Lastinah, Kades Asemgede dan Camat Ngusikan, Wahyu Purnomo. Lokasi Desa Asemgede berjarak 32,4 km dari Landamark Jombang Bundaran Ringin Contong, sesuai peta Google. 

Atau 13,6 km dari layanan kesehatan terdekat, Puskesmas Keboan. ’’Penyelarasan layanan di tingkat pemdes, puskesmas, RSUD dan Dinkes sangat urgent dilakukan,’’ kata Wahyu Purnomo. 

Jalaluddin dari tim Jelajah Desa Tangguh RAPI Jombang menjelaskan, penyelarasan darurat medis antara mobil MSD dengan RSUD Ploso dan RSUD Jombang mendesak dilakukan. Hal ini agar kejadian ibu hamil persalinan meninggal selama perjalanan menuju RS rujukan tak terulang.

 ’’Hasil Jelajah Desa Tangguh ini akan kita gunakan sebagai bahan dialog dengan Dinas Kesehatan dan Komisi D DPRD Jombang untuk follow up,’’ tutur Jalaluddin. 

Selama ini, faskes dalam naungan Dinkes Jombang telah terhubung dengan sistem radio medik secara berjejaring dengan layanan antar kabupupaten dan kota di Jatim. Sistem berbasis frekuensi UHF yang dibangun oleh Dinkes Jatim.

Namun, daya pancar dan penerimaan di Jombang lemah. Salah satunya akibat link penguat berada di kawasan Gunung Klotok di Kediri. 

Keberadaan radio repeater VHF di Ngusikan hasil kolaborasi antara RAPI Jombang dengan tiga kepala Puskesmas di Jombang Utara. Yakni, Kabuh, Keboan dan Tapen. Didukung komunitas trail adventure ATC Pucangan dan anggota Komisi D DPRD Jombang, Iwan Trisaksono. 

Jalal menambahkan ,sebelumnya kejadian ibu hamil persalinan harus ditandu dengan kursi bambu menuju layanan kesehatan terdekat berjarak lebih dari 6km terjadi di Dusun Rapahombo Desa Kitih, Kec. Plandaan dan di Dusun Munggut Desa Cupak, Kec. Ngusikan. 

Kejadian pasien lansia ditandu kursi bamboo terjadi Maret 2020 di Dusun Rapahombo. Pemkab melalui Puskesmas Plandaan baru mampu menjangkau dusun di kampung terpencil Jombang dengan kegiatan Puslink (Puskesmas Keliling) di Kecamatan Plandaan pada Agustus 2020. 

Itu setelah Puskesmas alih status system tata kelolanya menjadi Badan Layanan Umum daerah (BLUD). Ambulans bermesin penggerak roda ganda (4x4) jenis Chevrolet Colorado di Puskesmas Plandaan telah tersedia sejak 2018, pungkasnya.

Pewarta : Gono Dwi Santoso
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV