SUARA INDONESIA

Makna Pohon Pisang dalam Pernikahan Suku Madura dan Jawa

Hoirur Rosikin - 24 July 2022 | 11:07
Features Makna Pohon Pisang dalam Pernikahan Suku Madura dan Jawa

SUARAINDONESIA.co.id - Pisang adalah suatu jenis buah yang banyak peminatnya di kalangan masyarakat, baik tua dan yang muda. Pisang, sering kita jumpai di pasar buah, bahkan di acara besar sekalipun.

Selain itu buah pisang bisa di jadikan minuman jus yang membuat rasa haus kita hilang. Juga bisa dijadikan pengkanggal makanan ketika kita lapar.

Tak hanya itu daun pohon pisangpun bisa kita jadikan alas makanan ala tradisional, yang mempunyai kesan yang berbeda, contohnya alas makanan gudek has Jogjakarta. Tanpa alas daun pisang gudek tidak mempunyai kesan istimewa dan aroma yang enak.

Uniknya lagi pohon pisang sendiri hanya bisa berbuah satu kali dalam masanya, setelahnya itu tidak bisa berbuah kembali. Beda dengan pohon pepaya dan pohon lainnya yang berbuah kembali.

Bahkan di setiap pernikahanpun pasti ada pisang, baik dari mempelai putra dan putri. Hal ini sudah menjadi tradisi yang tidak asing dalam pandangan mata kita ketika memenuhi undangan pernikahan di suatu daerah.

Sama orang Jawa dan Madura, pohon pisang adalah suatu pohon yang punya makna istimewa dalam pernikahan setiap insan manusia.

Pasalnya, pisang oleh orang Jawa dan Madura di maknai adalah suatu lambang kesetiaan dalam pernikahan. Yang selalu mengajarkan banyak arti dalam menjalani hidup.

Artinya, "memilih pasangan hidup itu satu kali dalam kehidupan, dan mencintai itu harus dengan memilih satu hati dalam hidupnya".

Seperti pohon pisang yang tumbuh satu kali dan tak akan berbuah kembali dalam masanya. Walau di siram air setiap hari, karna itu adalah janji pohon pisang dan Bumi.

Di situlah orang Jawa dan Madura memaknai pohon pisang adalah pohon pelajaran untuk pernikahan. Karna pernikahan adalah dua hati yang di satukan dalam ikatan.

Yang dipilih dengan rasa kenyamanan dan berbuah dengan rasa cinta dangan satu kali. Dan tidak akan mencintai orang kembali.

 

Pewarta : Hoirur Rosikin
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya