SUARA INDONESIA

Sentra Industri Tahu Tradisional Magetan Nyaris Punah

Prabasonta - 06 May 2024 | 10:05 - Dibaca 475 kali
News Sentra Industri Tahu Tradisional Magetan Nyaris Punah
Salah satu pengusaha tahu tradisional yang berada di Desa Driyorejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, sudah tutup akibat tidak adanya regenerasi dan pekerja. (Foto: Yoni Setyo R/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, MAGETAN – Keberadaan industri tahu rumahan di Desa Driyorejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, terancam punah. Padahal, produksi tahu di desa tersebut sudah menjadi ikon yang dulunya merupakan salah satu pemasok tahu matang dan mentah hampir di seluruh Kabupaten Magetan.

Sebelum era 2000-an, ada 60 lebih warga yang memproduksi tahu secara tradisional. Selang lima tahun kemudian, terus berkurang dan saat ini tinggal 19 warga. Murungnya produksi tahu tradisional di Desa Driyorejo ini, akibat para pengusaha tradisional kalah bersaing dengan olahan tahu dari pabrik, yang sekali produksi bisa menghasilkan lebih besar.

Selain itu, harga kedelai yang tidak stabil dan cenderung naik, juga menjadi faktor utama bangkrutnya produksi tahu di desa tersebut. "Ini akibat kalah dengan produksi pabrikan. Selain itu harga kedelai yang tidak stabil juga menyumbang tumbangnya produksi tahu tradisional di desa kami," kata Yanto Prasetyo, Kepala Desa Driyorejo.

Selain dua faktor di atas, tumbangnya para pengusaha tahu tradisional di desa tersebut, juga akibat tidak adanya regenerasi dari penerus mereka. Karena banyak dari anak cucu yang merantau ke luar Kabupaten Magetan.

"Sudah lima tahun lebih saya tutup usaha pembuatan tahu, karena anak saya merantau ke Kalimantan. Sedangkan saya sudah tua dan tidak kuat lagi. Apalagi banyak pekerja saya yang tidak mau bekerja lagi," Ratun, kata mantan pengusaha tahu tradisional.

Sebenarnya, baik kades maupun perangkat desa setempat berkeinginan untuk mengembalikan Desa Driyorejo sebagai sentra usaha tahu tradisional. Sebab selama ini, desa tersebut sudah melekat dengan ikon produksi tahu, baik tahu matang maupun mentah.

Meski segala usaha sudah dilakukan untuk membangkitkan produksi tahu tradisional, sampai saat ini masih belum ada hasilnya. Sehingga campur tangan pemerintah dibutuhkan untuk mengembalikan produsen tahu tradisional bisa kembali beroperasi. (*)

Reporter: Yoni Setyo R

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Prabasonta
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV