SUARA INDONESIA, SURABAYA – Seniman Taufik Hidayat alias Taufik Monyong mengakui kesalahannya setelah video orasi kontroversialnya saat aksi penolakan pengosongan sekretariat Dewan Kesenian Surabaya (DKS) di Balai Pemuda viral di media sosial. Ia menyatakan siap menemui anggota Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Surabaya untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
Polemik bermula saat Taufik berorasi dalam aksi pada 11 Mei 2026. Dalam rekaman video yang beredar, ia melontarkan kalimat “KPJ itu singkatan dari Kelompok Penyanyi Jancuk” serta menyebut aktivitas anggota KPJ yang bernyanyi di lampu merah sambil meminta uang “sama seperti pengemis.”
Ucapan tersebut memicu reaksi keras dari komunitas KPJ Surabaya. Sejumlah anggota mengaku tersinggung karena pernyataan itu dianggap merendahkan profesi dan perjuangan para penyanyi jalanan.
Saat dikonfirmasi pada Selasa (12/5/2026), Taufik tidak membantah ucapannya. Ia justru mengakui telah bertindak tidak pantas saat menyampaikan orasi di depan massa aksi.
“Saya memang salah. Saya terlalu blak-blakan dan itu tidak etis disampaikan saat aksi. Saya menyesal,” ujar Taufik melalui sambungan WhatsApp.
Taufik menjelaskan, ucapan tersebut sebenarnya muncul spontan saat dirinya bercanda dengan seorang senior KPJ bernama Haji Abunawas yang saat itu berada di lokasi aksi. Namun, ia mengakui candaan tersebut tidak seharusnya diucapkan melalui pengeras suara di ruang publik.
“Itu awalnya hanya gurauan karena kami dekat. Tapi saya sadar itu salah tempat dan menyinggung banyak teman-teman KPJ,” katanya.
Perwakilan KPJ Siwalankerto, Dewi Indayani atau Indrie, mengatakan Taufik telah meminta maaf secara pribadi. Meski begitu, anggota KPJ tetap meminta klarifikasi terbuka agar persoalan tidak berkembang lebih jauh.
“Kawan-kawan KPJ ingin ada penjelasan langsung. Kalau beliau mengakui salah dan meminta maaf secara terbuka, tentu kami bisa menerima,” ujar Indrie.
Ketua KPJ Surabaya Dadik Rudianto atau Ringgo juga meminta seluruh anggota tetap menjaga kondusivitas. Ia menegaskan persoalan tersebut cukup diselesaikan secara kekeluargaan tanpa harus dibawa ke ranah hukum.
“Kalau teman salah lalu mau meminta maaf, ya sudah selesaikan baik-baik. Tidak perlu sampai jalur hukum,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, anggota KPJ dijadwalkan menggelar aksi damai di Balai Pemuda Surabaya pada Rabu (13/5/2026) sore. Taufik memastikan dirinya akan hadir untuk memberikan klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada komunitas KPJ.
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Dona Pramudya |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi