SUARA INDONESIA

Minta Perlindungan Keamanan, Warga Desa Wadas Pro Tambang Quarry Temui Bupati Purworejo

Widiarto - 30 August 2021 | 16:08
Peristiwa Daerah Minta Perlindungan Keamanan, Warga Desa Wadas Pro Tambang Quarry Temui Bupati Purworejo

PURWOREJO - Puluhan warga Desa Wadas Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah, yang pro dengan pertambangan quarry proyek Bendungan Bener di Desa Wadas, mendatangi rumah dinas Bupati Purworejo, pada Senin (30/8/2021). 

Warga yang datang ditemui langsung oleh Bupati Purworejo, Agus Bastian dan langsung menggelar audiensi bersama di ruang Pringgitan rumah dinas Bupati. 

Kedatangan warga di ruang Pringgitan itu, guna menyampaikan aspirasi, keluh kesah warga dan polemik yang terjadi di Desa Wadas terkait rencana pengambilan batu quarry atau penambangan di hutan Desa Wadas untuk dijadikan bahan material Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan Bendungan Bener di Desa Guntur Kecamatan Bener serta meminta perlindungan atas ancaman dan intimidasi dari warga yang kontra penambangan. 

Turut hadir dalam audiensi itu, Sekda Purworejo, Said Ramadhan, perwakilan Balai Besar Sungai Serayu Opak ( BBWSO) Yogyakarta, Badan Pertanahan Negara (BPN) Purworejo, perwakilan Polres dan Kodim 0708 Purworejo serta sejumlah pejabat terkait.

"Tadi saat bertemu bupati kami sampaikan, kami minta keamanan, yang kami kedepankan itu dan kami memang sangat pingin ketemu dengan Bupati, yang selama ini tidak tau atau tau tapi tidak mau tau, kita ga ngerti dan dengan kedatangan kami ini harapanya Bupati bisa menjadi tau," kata warga Desa Wadas, Wakhidah, saat ditemui usai bertemu Bupati. 

Diungkapkan, sejak adanya rencana pemerintah untuk melakukan pengambilan batu quarry di hutan Desa Wadas, hingga saat ini, banyak warga yang setuju atau pro mengalami intimidasi dan ancaman dari warga yang kontra atau menolak pertambangan. Ancaman dan intimidasi itu membuat warga resah dan takut, bahkan progres pengukuran dan penghitungan lahan yang dilakukan warga pemilik lahan sempat terhenti sementara akibat intimidasi dan ancaman dari warga yang menolak.

"Bentuk intimidasinya misal yang punya warung tidak usah dibeli, yang punya mobil tidak usah dikasih angkutan, sampai anak kecil juga diintimidasi agar jangan ditemani karena dianggap sebagai orang BBWS, terus kalau untuk orang tua kalau ketemu yang pro itu tidak bakalan ditanya, adalagi kalau ada hajatan jika diundang tidak datang, yang meninggal juga tidak datang bahkan sampai tidak dibuatkan liang lahat," ungkapnya. 

Dalam audiensi itu, warga meminta kepastian kepada pemerintah daerah atas kelanjutan rencana pemerintah untuk melakukan pengambilan batu quarry di Desa Wadas dan meminta perlindungan keamanan jika masih akan diteruskan.

"Alhamdulillah kami lega dengan tanggapan Bupati, kedepan akan kami lanjutkan pengukuran bidang lahan tetapi dengan syarat keamanan yang melekat," ujarnya.

Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air BBWSO Yogyakarta, Yosiandi Rudi Wicaksono, mengatakan, anggaran untuk pembangunan Bendungan Bener mencapai besaran sekitar 580 miliyar, anggaran itu dipergunakan untuk pembebasan lahan di Desa Guntur dan sekitarnya. 

"Untuk di Desa Wadas sendiri ada 617 bidang yang saat baru bisa diukur sebanyak 48 bidang dan itupun pengukuran dilakukan atas inisiatif oleh warga sendiri walaupun kami menemani namun itu semua murni inisiatif warga sendiri. Saat ini kami mundur karena adanya penghadangan dan intimidasi oleh warga penolak, meski belum ada perlawanan namun kami memilih mundur untuk menghindari konflik," katanya. 

Disampaikan, untuk pembebasan lahan, pihaknya bersama dan warga sangat butuh dan bergantung dengan bantuan keamanan. Dirinya berharap ada keamanan melekat dalam setiap tahapan progres yang dilaksanakan.

"Program di Wadas ini kami hanya membutuhkan waktu sekitar tiga tahun setelah itu tanah akan direklamasi kembali dan setelah selesai tanah akan kami serahkan kembali kepada warga, mesti telah dibayar dan status tanah menjadi milik pemerinah tetapi penggarapan akan kami serahkan kembali ke warga dan program seperti inipun tidak ada satupun yang merugikan warga wadas," ujarnya.

Bupati Purworejo, Agus Bastian, mengatakan, berlajar dari persoalan yang pernah terjadi, bupati tidak ingin terjadi bentrok dan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi lagi, seperti saat terjadi bentrok warga yang terjadi pada bulan April 2021 lau dan sebisa mungkin akan di hindari.

"Terkait persoalan keselamatan warga yang katanya ada ancaman dan intimidasi warga, silahkan melapor ke pihak Polsek setempat agar persoalannya bisa ditindak lanjuti oleh Polres. Kita ingin terus mendampingi warga, persoalanya apa dan bagaimana, mari kita selesaikan bersama, dan kita terus berkoordinasi," kata Bupati.

Menurutnya, pembangunan bendungan merupakan proyek setrategis nasional yang menjadi kewenangan pusat, namun demikian tentunya harus di dukung dan dibantu secara maksimal mungkin.

"Kita sebagai pemangku kepentingan di daerah ingin pembangunan bendungan bisa segera selesai. Mudah-mudahan atas kerjasama kita ini masalah di Desa Wadas bisa diselesaikan secara baik," ujarnya.

Bupati mengaku, mendengar dan ikut merasakan apa yang dirasakan warga Desa Wadas saat ini, namun dirinya tidak ingin terjadi bentrok apalagi ada ancaman dan intimidasi. 

"Di Desa Wadas hanya 617 bidang yang akan di bebaskan dan baru 48 bidang lahan yang selesai diukur, kami berharap mulai minggu depan bisa dimulai lagi pengukuranya. Kita butuh kerjasama dan mari saling menyadari bahwa proyek ini merupakan pekerjaan untuk kepentingan kita bersama," harapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Agus Budi Yuwono, mengatakan, kepolian siap memberikan pengamanan dan kemananan terhadap tahapan progres yang dilaksanakan di Desa Wadas.

"Terkait dengan warga Desa Wadas, tentunya disana banyak persoalan pada prinspinya Polri siap melaksanakan keamanan karena ini hubungan dengan proyek setrategis nasional dan tentunya ada beberapa tahapan yang harus dilalui sehingga kami siap memberikan keamanan setiap tahap yang dilakukan," pungkasnya.

 

Pewarta : Widiarto
Editor : Nanang Habibi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV