SUARA INDONESIA

Diduga Tak Pernah Melaporkan Penggunaan Hasil Iuran, Organisasi KORPRI Bondowoso Dikeluhkan Anggotanya

Bahrullah - 27 August 2022 | 19:08
Peristiwa Daerah Diduga Tak Pernah Melaporkan Penggunaan Hasil Iuran, Organisasi KORPRI Bondowoso Dikeluhkan Anggotanya

BONDOWOSO - Pengurus organisasi Korp Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten Bondowoso diduga tidak pernah melaporkan kegiatan penggunaan anggaran dana hasil iuran anggotanya yang kesemuanya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Akibat tidak pernah melaporkan, pengurus organisasi KORPRI Bondowoso dikeluhkan sejumlah ASN.

Padahal Iuran yang diberlakukan oleh anggota KORPRI Bondowoso bervariatif, besarnya disesuaikan dengan jenjang jabatan ASN. Mulai dari nominal iuran Rp10 ribu, hingga Rp 25 ribu.

Pada tahun 2022 jumlah ASN di Kabupaten Bondowoso sekira 8.900 orang. sementara jumlah iuran anggota KORPRI yang terkumpul dalam satu tahun jika ditotal, sekira kurang lebih Rp 1,1 miliar.

Hal itu disampaikan oleh sumber kuat di internal Pemerintahan Kabupaten Bondowoso, anggota KORPRI, ASN Tingkat Eselon II, Jumat (27/8/2022).

Lebih lanjut, Dia menilai, selama ini pengurus organisasi KORPRI tidak pernah transparan soal tata kelola iuran dari semua ASN.

"Sejak tahun 2018, kami tidak pernah menerima laporan dari pengurus, untuk apa saja iuran itu digunakan," kata sumber kuat melalui telepon selulernya.

Dia menyampaikan, pihak pengurus selalu sensi, ketika ditanya soal penggunaan anggaran.

Bahkan, terkesan memusuhi anggota KORPRI yang mempermasalahkan transparansi iuran.

Dia mengungkapkan, pengurus organisasi itu hanya melakukan kegiatan ketika ulang tahun KORPRI, berupa pembagian santunan. Namun, hal itu hanya kepada beberapa penerima saja.

"Dulu waktu ikut rapat, saya pernah menanyakan itu. Eh, malah dimusuhi," ujar sumber kuat.

Sementara ketika dikonfirmasi, pengurus organisasi KORPRI Bondowoso saling lempar untuk memberikan keterangan soal iuran.

Pelaksana harian, lilis, melempar kepada Sekretaris KORPRI, Gozal Rawan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.

Sedangkan pihak sekretaris katanya masih mau bertanya kepada Bendahara KORPRI, Wiratmo Mulyanto, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah.

Begitu juga dengan Wakil Sekretaris KORPRI, Nunung Setianingsih, enggan memberikan keterangan.***

Pewarta : Bahrullah
Editor : Lutfi Hidayat

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV