SUARA INDONESIA

Ditemukan Ternak Terjangkit Virus LSD di Probolinggo, Begini Respons MUI

Lutfi Hidayat - 03 June 2023 | 14:06 - Dibaca 988 kali
Peristiwa Daerah Ditemukan Ternak Terjangkit Virus LSD di Probolinggo, Begini Respons MUI
Petugas Disperta Kabupaten Probolinggo memeriksa kondisi sapi yang diduga terjangkit virus LSD. (Foto: Disperta untuk Suaraindonesia.co.id)

PROBOLINGGO, Suaraindonesia.co.id - Penyebaran virus Lumpy Skin Desease (LSD) pada binatang ternak di Kabupaten Probolinggo mendapat sorotan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat.

Pasalnya, kemunculan virus LSD yang ditemukan Dinas Pertanian (Disperta) beberapa waktu lalu, terjadi mendekati momen Idul Adha di mana kebutuhan hewan kurban sangat tinggi.

MUI menyoroti halal tidaknya binatang ternak terjangkit virus LSD dijadikan hewan kurban. Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo, Yasin, menyatakan pihaknya menjadikan hal tersebut sebagai atensi.

Yasin menyebut selain penyebaran virus LSD berpengaruh terhadap kesehatan binatang ternak, juga akan berdampak terhadap kesehatan lingkungan.

Ia mengatakan virus LSD pada binatang ternak harus menjadi perhatian bersama, terutama umat Islam. "Apalagi ini mendekati Idul Adha, tentu masyarakat membutuhkan hewan ternak untuk kurban," ujarnya, Sabtu (03/06/2023).

Langkah yang akan ditempuh MUI, akan bertemu pihak Disperta Kabupaten Probolinggo untuk berkoordinasi lebih jelas tentang bagaimana penularan LSD.

"Kita akan menemui Disperta, bagaimana bahayanya jika hewan ternak terjangkit LSD dikonsumsi masyarakat," terangnya.


Belum ditentukan waktu pertemuan MUI dan Disperta tersebut. Namun MUI serius menyikapi dampak penyebaran virus LSD terutama kehalalan daging kurban.

Yasin menyebut telah menghubungi Kepala Disperta, Mahbub Zunaidi. Pihak Disperta dikatakannya menyambut baik rencana MUI tersebut. "Tinggal MUI mengatur jadwal audiensi dengan Disperta," tandasnya.

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, dilaporkan sebelumnya Disperta Kabupaten Probolinggo mendapati 3 ekor sapi positif terjangkit LSD.

Disperta terus melakukan pemantau kondisi ketiga sapi tersebut, melarang pemilik sapi menjualnya, hingga pemberian vaksin untuk menekan penyebaran virus LSD. 

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Lutfi Hidayat
Editor : Irqam

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV