SUARA INDONESIA

Terekam Kamera CCTV, Dua Pria Misterius Aniaya Pelajar SMP di Banyuwangi

Muhammad Nurul Yaqin - 07 November 2023 | 13:11 - Dibaca 1.72k kali
Peristiwa Terekam Kamera CCTV,  Dua Pria Misterius Aniaya Pelajar SMP di Banyuwangi
Rekaman CCTV penganiayaan remaja SMP di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Banyuwangi, Sabtu, 4 November 2023, malam. (Foto: Istimewa).

BANYUWANGI, Suaraindonesia.co.id - FAA, seorang remaja berusia 15 tahun menjadi korban penganiayaan dua pemuda misterius di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Banyuwangi, Sabtu, 4 November 2023, malam.  Akibat insiden tersebut, warga Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, ini harus menderita luka-luka di sejumlah tubuhnya. Polisi telah mengantongi bukti rekaman CCTV dan berupaya mengidentifikasi pelaku.  

Kejadian bermula saat korban yang masih duduk di kelas 3 SMP itu sedang nongkrong bersama dua orang temannya di depan TMP.

"Kejadiannya sekitar pukul 22.00 WIB," kata kakak ipar korban, Dedy Yanuar (33), kepada suaraindonesia.co.id, Selasa (07/11/2023).

Saat posisi masih di atas sepeda motor, FAA dihampiri oleh seorang pria tidak dikenal dan tiba-tiba memiting leher korban dari belakang.

"Korban ditarik oleh pelaku hingga terjatuh dari atas motor. Bersamaan dengan itu seorang teman pelaku ikut menghampiri," ujarnya.

Kedua pelaku kemudian secara brutal memukuli korban menggunakan helm dan tangan ke arah wajahnya. Tak cukup disitu korban juga diinjak-injak hingga babak belur.

Sementara dua orang teman korban yang ada di tempat kejadian perkara (TKP) lari ketakutan melihat kejadian ini. 

Beruntung  aksi pelaku terhenti setelah ada orang yang melerai. Kedua pelaku seketika lari meninggalkan lokasi.

Atas kejadian itu, korban menderita luka di bagian kepala, kaki, dan bagian organ tubuh lainnya. Insiden telah telah dilaporkan ke Polresta Banyuwangi.

"Kami sudah laporkan ke pihak kepolisian. Penyerangan terhadap adik ipar saya ini juga terekam kamera CCTV," sambungnya.

Dedy menambahkan, korban tidak mengenali pelaku yang menyerangnya. Selama ini, kata dia, FAA tidak merasa memiliki musuh.

"Adik ipar saya yang menjadi korban ini tidak merasa punya musuh. Memang setiap Minggu sering nongkrong bersama teman-temannya," ucapnya.

Dedy mengabarkan, kondisi korban saat ini masih mengalami trauma dan mengeluhkan sakit di bagian kepala. 

"Adik ipar saya saat ini juga sedang menjalani visum di RSUD Blambangan," tutur dia. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Danu Sukendro

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV