SUARA INDONESIA

Tragedi Reruntuhan Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo: 18 Korban Ditemukan, Evakuasi Berlanjut

Jefri Hadi - 02 October 2025 | 05:10 - Dibaca 687 kali
Peristiwa Tragedi Reruntuhan Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo: 18 Korban Ditemukan, Evakuasi Berlanjut
Tim penyelamatan korban reruntuhan tergabung dalam Operasi Basarnas yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), Rabu malam (1/10/2025). (Foto: Humas Basarnas untuk Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, SIDOARJO - Suasana di halaman Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, masih diselimuti hiruk pikuk tim penyelamat. Sejak musala pesantren itu ambruk, Selasa (30/9/2025) dini hari, ratusan personel gabungan bekerja tanpa henti membongkar puing-puing beton yang menimbun para santri.

Hingga Rabu (1/10/2025) malam, total 18 korban berhasil dievakuasi. Sebagian ditemukan selamat meski terjebak berjam-jam dalam kegelapan dan reruntuhan, sebagian lainnya tak tertolong.

“Proses evakuasi sangat menantang karena struktur bangunan terus bergeser dan akses sangat terbatas,” kata Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, Direktur Operasi Basarnas yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), Rabu malam.

Evakuasi pada hari pertama, Selasa (30/9), berlangsung penuh drama. Tiga korban berhasil diselamatkan pada pagi buta, meski dua di antaranya kemudian meninggal dunia di rumah sakit.

Korban kesembilan berhasil ditarik keluar dari sektor pencarian Site A1 pada pukul 03.18 WIB, disusul korban kesepuluh pukul 04.55 WIB, dan korban kesebelas pada pukul 06.05 WIB. Ketiganya langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun, dua korban terakhir tak mampu bertahan akibat luka berat.

Kabar duka itu dikonfirmasi dr. Atok Irawan, Direktur Utama RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. “Tinggal satu pasien lagi yang kritis di IGD. Dua pasien lainnya meninggal barusan,” ujarnya kepada wartawan.

Hari kedua pencarian, Rabu (1/10), kembali membuahkan hasil. Tujuh korban ditemukan dari titik galian di Site A1. Pukul 14.48 WIB, tim menemukan korban ke-12 dalam kondisi meninggal. Hanya setengah jam kemudian, pukul 15.22 WIB, korban ke-13 bernama Haikal berhasil dievakuasi hidup-hidup.

Semangat penyelamatan terus berlanjut. Pukul 18.05 WIB, korban ke-14, Muhammad Wahyudi, ditemukan selamat. Lalu, pukul 18.40 WIB, Al Fatih berhasil dikeluarkan dari puing dengan selamat. Namun, sepuluh menit berselang, korban ke-16 ditemukan meninggal dunia.

Sore menjelang malam, pada pukul 19.16 WIB, korban ke-17 bernama Putra ditemukan hidup. Terakhir, pukul 20.20 WIB, korban ke-18, Rosi, juga berhasil keluar dengan selamat.

Untuk menjangkau para korban, tim SAR harus menggali jalur sempit di bawah tumpukan beton. Kedalaman galian hanya 80 sentimeter, dengan diameter lorong 60 sentimeter, cukup untuk dilewati dengan cara merayap.

“Personel bekerja dalam posisi tengkurap selama sekitar tiga jam setiap shift. Jalurnya hanya bisa dilewati satu orang,” ujar Yudhi Bramantyo.

Kesabaran dan komunikasi intensif dengan korban menjadi kunci. Tim SAR bahkan sempat memberikan makanan dan minuman kepada Haikal agar tetap bertahan hingga proses evakuasi selesai.

Data Terkini Korban

Berdasarkan laporan resmi hingga Rabu malam, jumlah korban tragedi Ponpes Al-Khoziny tercatat 98 orang. Rinciannya:

• RS Siti Hajar Sidoarjo: 52 orang dirawat, 1 meninggal dunia.

• RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo: 40 orang dirawat, 2 meninggal dunia.

• RS Delta Surya: 6 orang dirawat.

Sebanyak 88 santri berhasil menyelamatkan diri secara mandiri saat musala ambruk, sementara korban meninggal dunia berjumlah tiga orang.

RSUD R.T. Notopuro menambah tenaga medis sejak malam pertama musibah. “Kami kirim dokter bedah langsung ke lokasi untuk operasi dua orang. Di rumah sakit, dua dokter bedah siaga sejak tadi malam,” kata dr. Atok.

Operasi SAR ini menjadi salah satu yang terbesar di Jawa Timur dalam beberapa tahun terakhir. Ratusan personel dikerahkan dari berbagai instansi: Basarnas Surabaya, BSG (Basarnas Special Group), Kantor SAR Semarang dan Yogyakarta, TNI-Polri, BPBD dari sejumlah kabupaten/kota, PMI, Damkar, Banser, hingga organisasi SAR independen seperti Hujung Galuh Rescue, Kanjuruhan Rescue, dan IOF Rescue.

“Peralatan ekstrikasi, Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA), hingga peralatan evakuasi medis sudah kami kerahkan,” jelas Nanang Sigit, perwira SAR yang turut memimpin operasi.

Meski sudah 18 korban ditemukan, tim SAR belum menutup operasi. Masih ada kemungkinan korban lain tertimbun reruntuhan musala yang roboh. “Selama ada tanda-tanda kehidupan, operasi pencarian tidak akan kami hentikan,” kata Yudhi Bramantyo.

Suasana haru bercampur tegang masih terasa di halaman pesantren. Santri, keluarga korban, hingga relawan terus menanti kabar baru setiap kali tandu merah keluar dari lokasi reruntuhan. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Jefri Hadi
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV