SUARA INDONESIA, NGAWI - Nasih naas dialami Siryono (86) Warga RT 3 RW 8 Dusun Paron, Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Warga golongan miskin ekstrem ini ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan dibawah reruntuhan rumah bambu miliknya yang terbakar pada Kamis malam pukul 18.00 WIB.
Sekretaris Desa Jambangan, Heru Setiawan, menuturkan, korban tercatat sebagai warga miskin ekstrem desil satu. Korban adalah penerima program bantuan baik dari pemerintah pusat, daerah dan desa.
Kata Heru, Siryono hidup bersama istrinya Ninuk (68), sedangkan anaknya berada di luar kota.
“Pak Siryono tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Ia bersama istri kategori warga miskin ekstrem. Dia tinggal satu rumah bersama istrinya, sedangkan anaknya bekerja ke luar kota,” ujarnya.
Heru menceritakan, menurut pengakuan tetangga yang berdekatan dengan rumah korban, kebakaran terjadi sekitar pukul 18.00 WIB.
Saat itu istrinya Ninuk keluar membeli makanan di warung yang tidak jauh dari rumahnya, sedangkan Siryono saat kejadian sedang tidur di kamar karena sedang sakit tidak bisa jalan setelah jatuh dari sepeda.
Tiba-tiba warga setempat curiga ada kepulan asap yang menyelimuti sekitar lokasi, warga kaget, saat keluar rumah melihat kobaran api sudah membumbung tinggi yang berasal dari rumah korban. Karena besarnya api dan kencangnya angin, warga tidak berani mendekat.
“Warga setempat tidak berani mendekat, karena apinya sudah membesar. Apalagi rumah korban ini terbuat dari kayu bambu, sehingga api dengan mudah membakar seisi rumah,” ungkap Heru.
“Kamudian warga, menghubungi polisi dan petugas pemadam kebakaran, saat api berhasil dipadamkan, korban ditemukan sudah hangus terbakar dalam posisi miring, menghadap ke timur dan tubuh tertutup kayu rumah yang terbakar,” lanjutnya.
Sementara Kapolsek Paron AKP Muh Nur Haris mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan penyebab terjadinya kebakaran yang memakan korban lansia tersebut.
Tim Inafis dari Polres Ngawi juga diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian guna mengumpulkan data serta membawa barang bukti kebakaran.
“Masih dalam proses penyelidikan oleh tim kepolisian dari Polsek Paron dan Polres Ngawi. Untuk jenazah usai diperiksa dilokasi kemudian dievakuasi dibawa ke RSUD Soeroto Ngawi guna menjalani visum,” ujar Haris. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Ari Hermawan |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi