SUARA INDONESIA, CILACAP - Sepanjang 2025, Satpol PP Cilacap melalui Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) menangani 109 kejadian kebakaran di sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap.
Adapun penyebab kebakaran selain karena konsleting listrik, juga disebabkan oleh lainnya seperti tungku, gas LPG, rokok, korek api dan human error.
"Untuk lokasi kebakaran terbanyak di area pemukiman warga sebanyak 60 kejadian, kemudian kejadian kebakaran di sektor dunia usaha 34 kejadian," ujar Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Cilacap, Gatot Arif Widodo, Minggu (4/1/2026).
Selanjutnya kebakaran kendaraan sebanyak 10 kejadian dan kebakaran di area lahan serta lain-lain sebanyak 5 kejadian.
"Untuk penyebabnya kebanyakan karena konsleting listrik sebanyak 51 kejadian, kemudian human error sebanyak 36 kejadian," ungkap Gatot.
Selain itu, tungku atau gas LPG sebanyak 16 kejadian, dan rokok atau korek api 6 kejadian. "Kalau di daerah pemukiman biasanya karena konsleting listrik atau kelalaian," ujar Gatot.
"Dan untuk total kerugian akibat kebakaran mencapai Rp11,8 miliar. Ini kita bicara kerugian materiil ya. Sedangkan untuk bangunan yang rusak totalnya ada 94 bangunan," tandasnya.
Gatot menambahkan, terdapat pula korban akibat kebakaran yang terjadi yakni dua orang mengalami luka-luka. Sedangkan korban jiwa berdasarkan laporan nihil.
Sementara terkait kasus kebakaran yang terjadi di tahun 2025, diketahui jumlahnya menurun dari tahun sebelumnya.
"Di tahun 2024, ada 114 kejadian kebakaran yang kita tangani. Terbanyak sama seperti tahun 2025 di area pemukiman warga, kemudian di sektor dunia usaha," terang Gatot.
Selain kejadian kebakaran yang ditangani, Damkar rupanya juga menangani kejadian non kebakaran seperti operasi tangkap hewan yang meresahkan warga hingga penyemprotan lumpur.
Gatot mengatakan, sebanyak 460 kejadian non kebakaran telah ditangani petugas Damkar Cilacap selama tahun 2025.
"Jadi selain kebakaran, petugas kami juga menangani kejadian non kebakaran seperti operasi tangkap tawon sebanyak 212 kali, operasi tangkap ular 110 kali, evakuasi cincin 83 kali, dan evakuasi hewan liar 23 kali," bebernya.
"Selanjutnya penanganan pohon tumbang 16 kali, evakuasi warga saat bencana 8 kali dan penyemprotan lumpur 8 kali," lanjut Gatot.
Lebih lanjut, Damkar sendiri telah berupaya menggencarkan edukasi ke masyarakat melalui 218 kegiatan sosialisasi serta 16 kegiatan inspeksi bangunan gedung.
Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan yang dilakukan Damkar Cilacap. "Kami mengimbau kepada warga masyarakat untuk rutin mengecek instalasi listrik, tidak menggunakan stop kontak bertumpuk," pinta Gatot.
"Selain itu, memastikan tabung LPG dan kompor dalam kondisi layak. Pencegahan adalah kunci utama menekan angka kebakaran,” pungkasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Satria Galih Saputra |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi