SUARA INDONESIA, MALANG - Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Malang, Ahmad Daniyal, secara tegas menyatakan penolakannya terhadap usulan Partai NasDem mengenai pemberlakuan ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold (PT) yang diterapkan secara berjenjang dari tingkat pusat hingga ke tingkat DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Menurut Politisi PPP yang akrab disapa Abah Danil, wacana ini berpotensi mencederai nilai demokrasi dan merugikan partai-partai yang memiliki basis massa kuat di daerah. Ia menyoroti risiko di mana sebuah partai mungkin tidak lolos ambang batas di tingkat pusat, namun sebenarnya memiliki perolehan suara yang signifikan dan kursi potensial di tingkat lokal.
"Jika aturan ini dipaksakan, partai yang punya wakil di DPRD bisa ikut hangus hanya karena tidak lolos di pusat. Ini jelas tidak adil bagi kader di daerah yang sudah berjuang, dan yang paling utama, ini adalah pengabaian terhadap aspirasi masyarakat," ujar Daniyal kepada Suara Indonesia, Senin (27/4/2026).
Ia menambahkan bahwa pemberlakuan PT hingga ke tingkat daerah akan membuat ribuan, bahkan jutaan suara rakyat terbuang sia-sia. Representasi masyarakat di parlemen daerah seharusnya mencerminkan pilihan nyata di akar rumput, bukan dibatasi oleh dinamika politik nasional.
"Suara rakyat itu amanah. Jangan sampai hak suara mereka hilang begitu saja karena aturan ambang batas yang tidak relevan dengan konstalasi politik di daerah," imbuhnya.
Meski menyatakan penolakan keras, Abah Danil menegaskan bahwa PPP Kabupaten Malang tetaplah partai yang taat pada konstitusi dan regulasi negara. Jika nantinya usulan tersebut resmi diketok menjadi keputusan final yang wajib dijalankan, ia memastikan mesin partainya akan tetap bergerak maksimal.
"Tentu jika sudah menjadi keputusan hukum dan harus dilakukan, PPP Kabupaten Malang tidak ada pilihan selain siap. Kami akan bekerja lebih keras lagi untuk memastikan perolehan suara kami melampaui batas tersebut, agar mandat dari rakyat Malang tetap terjaga di kursi DPRD," pungkasnya.(*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Aditya Mahatva Yodha |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi