SUARA INDONESIA, PROBOLINGGO - Komisi II DPRD Probolinggo menyoroti adanya ketidakseimbangan antara potensi produksi tembakau dan kapasitas serapan gudang dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak terkait pada Rabu (1/7/2026).
Ketua Komisi II DPRD Probolinggo, Reno Handoyo, menyampaikan bahwa dari hasil pembahasan dengan lima pemilik gudang tembakau yang hadir, total kapasitas serapan hanya mencapai sekitar 9.000 hingga 10.000 ton.
Sementara itu, luas tanam tembakau di Kabupaten Probolinggo yang tersebar di sekitar 14 kecamatan tercatat lebih dari 12.000 hektare. Dengan kondisi tersebut, estimasi produksi tembakau tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 18.000 ton.
“Jika kita kalkulasikan, terdapat selisih yang cukup signifikan antara hasil produksi dan kemampuan serapan gudang. Artinya, masih terdapat kelebihan produksi sekitar 7.000 hingga 8.000 ton,” ujar Reno.
Reno yang merupakan anggota Fraksi Gerindra ini merekomendasikan agar dinas terkait melakukan langkah proaktif dengan sistem jemput bola.
Upaya tersebut mencakup pendataan ulang seluruh gudang tembakau, termasuk gudang yang belum terdaftar dalam data DKBP maupun yang belum memiliki izin resmi.
Menurut Reno, langkah tersebut penting untuk memperluas basis data sektor pergudangan tembakau sekaligus memastikan seluruh pelaku usaha masuk dalam sistem resmi pemerintah daerah.
“Kami mendorong dinas untuk melakukan pendataan dan pembinaan, termasuk memfasilitasi proses perizinan bagi gudang yang belum terdaftar. Dengan begitu, seluruh kapasitas serapan dapat terdata dengan baik,” tegasnya.
Ia menambahkan, dengan sistem data yang lebih terstruktur, pemerintah daerah akan lebih mudah melakukan perencanaan pada musim tembakau berikutnya, termasuk dalam mengukur kapasitas serapan industri secara lebih akurat.
“Ke depan kita harus sudah punya data pasti. Jadi ketika musim berikutnya tiba, kita bisa langsung mengetahui kapasitas serapan yang tersedia,” pungkas Reno. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Saifullah |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi