SUARA INDONESIA

Sebulan Tiga Petani di Ngawi Tewas Tersetrum Listrik Jebakan Tikus, Ini Kata Polisi

Ari Hermawan - 26 January 2024 | 14:01 - Dibaca 812 kali
News Sebulan Tiga Petani di Ngawi Tewas Tersetrum Listrik Jebakan Tikus, Ini Kata Polisi
Korban tewas akibat jebakan tikus beraliran listrik di Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. (Foto: Ari Hermawan/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, NGAWI - Misni (67) petani asal Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa timur, tewas tersetrum jebakan tikus dari kawat yang dialiri listrik, Jumat (26/1/2024).

Tewasnya petani akibat dari tersetrum jebakan tikus yang dialiri listrik tersebut bukan yang pertama kali terjadi di Ngawi. Di bulan Januari 2024, sudah tiga petani kehilangan nyawa akibat terkena jebakan tikus mematikan itu.

Kapolres Ngawi AKBP Argo Wiyono mengatakan, pihaknya sudah melakukan penertiban dan sosialisasi kepada petani agar tidak memasang jebakan tikus beraliran listrik yang dapat membahayakan nyawa manusia.

"Kepolisian melalui polsek sudah melakukan langkah antisipasi, mulai penertiban dan sosialisasi kepada petani agar dalam membasmi hama tikus tidak menggunakan jebakan melalui kawat yang dialiri arus listrik," kata Argo kepada suaraindonesia.co.id.

Argo meminta dalam membasmi hama tikus,  petani di Ngawi bisa menggunakan cara lain yakni dengan cara gropyokan, pengemposan dan racun tikus. Mengingat jebakan tikus melalui kawat yang dialiri listrik juga bisa dipidana.

"Jika si pemasang jebakan itu tidak menjadi korban, melainkan orang lain, bisa dipidana. Maka kami meminta agar petani dalam membasmi hama tikus bisa menggunakan cara lain selain memasang kawat yang dialiri listrik," tegas Argo.

Sebelumnya, dua petani asal Kecamatan Karangjati mengalami hal serupa. Padno (67) warga Desa Sidorejo dan Sriyono (48) warga Desa Dungmiri pada 11 dan 12 Januari 2024 ditemukan tak bernyawa di sawahnya. Kedua petani itu ditemukan warga sudah terbujur kaku terkena jebakan tikus beraliran listrik.

Kapolsek Karangjati AKP Sugeng Wahyudi menyebut, di wilayah Karangjati diakuinya masih marak adanya jebakan tikus beraliran listrik. Polres Ngawi melalui jajaran Polsek bakal melakukan pendekatan lebih pada petani agar tak menggunakan jebakan tikus beraliran listrik.

"Kami akan terus melakukan sosialisasi dan penertiban agar petani tidak lagi memasang jebakan tikus dialiri listrik, dan kami tidak akan segan untuk menindak tegas," ujarnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Ari Hermawan
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV