SUARA INDONESIA, CILACAP - Atlet tinju di bawah asuhan Persatuan Tinju Nasional Indonesia (Pertina) Kabupaten Cilacap, yang di ketuai Parsimin alias Pariman, kembali menorehkan prestasi.
Kali ini, pada ajang Pemalang Big Fight 3 di Pemalang, Jawa Tengah pada tanggal 19-20 Juni 2026, yang dipusatkan di Gor SMK Al Falah Moga, Pemalang.
Adapun kompetisi olahraga bergengsi ini, diikuti atlet dari berbagai Kabupaten/Kota mulai dari tingkat pelajar hingga umum. Salah satunya atlet tinju dari Cilacap.
Dalam ajang Pemalang Big Fight 3 ini, enam medali emas diborong, dan dibawa pulang atlet tinju Cilacap sebagai kebanggaan.
Ketua Umum Pertina Cilacap, Pariman saat ditemui mengaku senang dan bangga atas keberhasilan para atlet binaannya tersebut, membawa pulang medali emas.
"Alhamdulillah, senang sekali, dan bangga sekali. Terima kasih atas dukungan semua pihak, terutama sekolah masing-masing atlet ini yang sangat mendukung," ujar Pariman, Minggu (21/6/2026).
Sementara ada enam orang atlet Pertina Cilacap yang mengikuti ajang Pemalang Big Fight 3 kemarin. Mereka berstatus siswa mulai SMP hingga SMA/SMK.
Diketahui, enam medali emas berhasil diraih masing-masing atlet. Dan atas keberhasilan mereka, membawa Pertina Cilacap juara umum pada kejuaraan tinju tersebut.
Keenam atlet tinju ini terdiri dari dua atlet putri dan empat atlet putra yakni Amajida Aqmarina Ramadhoni dari SMP Negeri 6 Cilacap, dan Revina Wimapramesty dari SMP Negeri 4 Cilacap. Kedua atlet ini berlaga di kelas junior.
Kemudian Bayu Mustika dari SMA Negeri 1 Cilacap, serta Muhammad Izza Rifai dari SMK dr. Soetomo Cilacap. Mereka berlaga di kelas 51 kg Youth putra.
Adapun dua atlet lainnya yakni Fathi Adlan Ghaesani, siswa dari SMP Islam Al-Irsyad Cilacap, dan Rizki Mustofa calon atlet Porprov. Masing-masing berlaga di kelas umum serta Elite.
Selain medali emas, prestasi atlet namun di luar dugaan, rupanya juga diraih atlet tinju putri, dimana membawa pulang satu buah piala kategori petinju terbaik.
"Jadi ada satu atlet kami Amajida Aqmarina Ramadhoni, dia dinobatkan menjadi petinju terbaik," kata Ketua Umum Pertina Cilacap sekaligus salah satu pelatih ini.
Keberhasilan yang diraih para atlet tinju ini rupanya tidak dilalui dengan mudah. Selain latihan terus-menerus, juga berkat usaha dan kerja keras pelatih serta kerja sama yang baik dari tim.
"Jadi kita latihan kontinu, pagi dan sore hari selama tiga bulan penuh. Intinya kita rajin latihan dan disiplin, demi meraih medali emas yang diinginkan," tegas Pariman.
"Dan keberhasilan ini juga tidak lepas dari peran para pelatih seperti Maulana Costa, Urip Sutopo, kemudian manajer tim Tato Suparto dan saya sendiri selaku Ketua Umum Pertina Cilacap, yang merangkap juga sebagai pelatih," imbuhnya.
Pariman mengatakan ada sekitar 100 atlet binaan Pertina Cilacap, dan keenam atlet yang mengikuti kompetisi tinju tersebut telah lolos seleksi sebelumnya.
Sementara prestasi yang diraih atlet Pertina Cilacap, rupanya bukan kali ini saja, namun pernah diraih juga di event-event bergengsi sebelumnya.
"Kalau dulu itu pasti ada medali peraknya, kalau ini alhamdulillah emas semua, baru kali ini atlet mendapatkan emas semua," tutur Pariman.
Atas prestasi membanggakan ini, pihaknya lantas meminta agar pemerintah daerah maupun pihak-pihak terkait ke depan agar lebih memperhatikan Pertina Cilacap.
"Saya mohon pemerintah daerah maupun pihak-pihak yang terkait, termasuk KONI Cilacap, khususnya untuk tinju karena yang sering berprestasi itu atlet dari tinju, agar lebih diperhatikan, dan difokuskan lagi," pungkas Pariman. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Satria Galih Saputra |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi