SUARA INDONESIA
Banner

Warga Tuban Terpaksa Jalan Kaki 2 Kilometer Demi Dapatkan Air Bersih

TUBAN- Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, membuat beberapa daerah setempat mengalami kekeringan. Salah satunya yang terdampak ialah di Dusun Gowah, Desa Jadi, Kecamatan Semanding. 

Dipemukiman yang berada di perbukitan kapur ini, sumur-sumur warga sudah mengering sejak tiga hingga empat bulan terakhir, sehingga warga terpaksa harus berjalan kaki sekitar dua kilometer untuk menuju satu-satunya sumur yang saat ini masih terdapat air. 

Suci Wuryani, warga Dusun Gowan ini mengaku, untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, dirinya bersama anaknya terpaksa berjalan kaki menuju tengah hutan jati, sambil menggendong jeriken untuk mengambil air bersih. Sebab, jalur menuju ke sumur tersebut tidak dapat dilalui kendaraan. 

"Di atas kan sudah tidak ada air, jadi terpaksa saya mengambil dari sumur ini untuk kebutuhan minum, masak, dan mencuci," ucapnya saat ditemui suaraindonsaia.co.id, Senin, (21/09/2020). 

Tidak hanya mengambil air untuk dibawa pulang kerumahnya, saat menuju ke sumur milik Perhutani tersebut, Suci yang ditemani anaknya itu juga membawa pakaian kotor untuk sekalian dicuci dilokasi sumur tersebut.

Ditempat yang sama, Winaryo, warga Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding ini juga lebih memilih mencuci baju disumur tersebut daripada harus membeli air yang harganya relatif mahal, yakni antara Rp.150 hingga Rp.200 ribu pertangki. 

"Biasanya empat hari sekali saya bersama anak kesini untuk mencuci baju. Daripada membeli air, kami memilih air disumur Gowah ini," pungkasnya. 

Informasi yang dihimpun oleh Suaraindonesia.co.id, dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, tercatat sebanyak 12 Desa dari 5 Kecamatan, di wilayah Kabupaten Tuban telah mengalami kekeringan.

Masing-masing, Kecamatan Semanding, Grabagan, Montong, Parengan, dan Kecamatan Senori. Jumlah ini diprediksi akan terus bertambah, mengingat musim kemarau masih panjang, terlebih data dari tahun lalu, kekeringan tercatat melanda hingga 55 Desa.

Apa Reaksi Anda?