SUARA INDONESIA

Ustaz Hanan Attaki: Empat Alur Mendapat Kebaikan Allah SWT

Wilda Natasya - 09 October 2021 | 17:10
Peristiwa Daerah Ustaz Hanan Attaki: Empat Alur Mendapat Kebaikan Allah SWT

JEMBER-Ada banyak sekali cara yang Allah sediakan bagi hamba-Nya untuk mendapatkan kebaikan dari Allah SWT.

Dilansir dari kanal YouTube Arryzky, diantara cara-cara tersebut, ustaz Hanan Attaki menyampaikan ada alur tertentu agar keinginan kita mudah untuk dikabulkan oleh Allah SWT. 

"ternyata kalau kita menginginkan sesuatu alur untuk mendapatkannya itu kaya gitu teman-teman, satu percaya sama rencana Allah," ujarnya.

Yang dimaksud dengan percaya pada rencana Allah ialah istikharah, yakni percaya pada rencana Allah dengan cara meminta pendapat langsung kepada-Nya.

Istikharah disini tidak hanya tentang ibadah salat sunah dua rakaat, melainkan tentang rasa percaya pada Allah SWT dan meminta petunjuk dari-Nya untuk menyelesaikan suatu perkara.

"istikharah ini tidak hanya tentang ibadah salat dua rakaat, walaupun secara ritual dia adalah salat dua rakaat, tapi secara nilai dia bukan hanya salat dua rakaat, tapi selalu bergantung pada Allah SWT, minta pendapat Allah SWT," tambahnya.

Ketika sudah meminta petunjuk kepada Allah SWT, maka Allah akan menjawabnya dengan cara istisyrah.

Istisyrah artinya meminta nasihat pada orang-orang yang lebih mengerti pada bidang yang sedang membingungkan ataupun pada hal yang ingin dilakukan.

Orang-orang yang lebih mengerti ini bisa jadi seorang ulama, kiayi, ustaz, guru, orang tua, saudara, bahkan teman juga orang-orang yang lebih bijak dan berpengalaman dibidang tersebut.

Karena biasanya Allah menitipkan jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu pada mereka.

"biasanya Allah nitip jawaban itu melalui lisan-lisan mereka yang terjaga, karena Allah memang mengatakan auliayullah (wali-wali Allah) itu ketika dia sudah dekat dengan Allah maka Allah menajadi pendengarannya, menjadi penglihatannya, maksudnya apa yang dia lihat sesuai dengan yang Allah inginkan," jelasnya.

Meminta isyarat atau nasihat ini sifatnya menunjuk pada pilihan mana yang harus dipilih sesuai dengan petunjuk yang telah Allah berikan, seperti lewat mimpi.

Mimpi para ulama adalah mimpi yang benar, sebagaimana wahyu yang didapatkan oleh para nabi dan rasul-rasul Allah.

"mimpi ulama benar, satu tingkat dibawah para nabi. Bahkan disebutkan mimpi ulama adalah satu bagian dari 70 bagian kenabian," tambahnya.

Setelah istisyrah yakni meminta petunjuk menuju jalan yang baik menurut Allah, selanjutnya adalah istifta.

Istifta ialah meminta fatwa, hal ini berhubungan pada hukum atas sesuatu, seperti halal-haram, benar-salah, hak-bathil dan lain sebagainya yang bersifat hukum, sehingga hal ini hanya boleh ditanyakan pada para ulama saja.

"istifta, meminta fatwa seperti halal dan haram, benar dan salah, hak dan batil, sehingga harus datang pada ulama," tuturnya.

Dan yang keempat dari alur ini adalah istikamah.

Istikamah bukan berarti konsisten melakukan sesuatu terus menurus, namun istikamah berarti berkomitmen pada apa yang telah Allah syariatkan. 

Ketika seseroang sudah istikamah, maka tentunya dia akan selalu berada dalam syariat bagaimanapun keadaannya. 

Selalu berada di jalan Allah dan tidak melampaui batas syariat yang luas, dan keluasan syariat ini tergantung dari wawasan keislaman sesorang.

"Jangan sampai kita menuduh orang sudah keluara dari batasan syariat padahal batasan kita sempit, bisa jadi dia nggak keluar cuma batasan kita yang sempit, harusnya syariat itu luas, keluasan syariat tergantung wawasan islam kita," tutupnya.

Inilah empat cara untuk mencapai kebaikan hati, menurut ustaz Hanan Attaki, yakni meminta pendapat Allah (istikharah), meminta pendapat orang-orang bijak(istisyra), meminta pendapat ulama (istifta) dan ketika sudah tau semua hal itu terkahir berkomitmen (istikamah) pada kebaikan itu. (Ree/Wil)

Pewarta : Wilda Natasya
Editor : Nanang Habibi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV