SUARA INDONESIA

Petani Resah, Harga Porang di Banyuwangi Anjlok Sampai Rp 5 Ribu per Kg

Muhammad Nurul Yaqin - 08 November 2021 | 13:11
Peristiwa Daerah Petani Resah, Harga Porang di Banyuwangi Anjlok Sampai Rp 5 Ribu per Kg

BANYUWANGI- Sebagian petani porang di Banyuwangi, Jawa Timur, sedang ketar ketir. Gegara harganya anjlok sampai 50 persen.

Petani porang asal Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Giyono menyebut, harga Porang kini hanya mencapai Rp 6 ribu per kilogramnya.

"Tahun lalu itu kisaran Rp 12-13 ribu. Saat ini anjlok berkisar di Rp 5-6 ribu per kilogram," kata Giyono, Senin (8/11/2021).

Rendahnya harga jual ini berpotensi tidak mencapai biaya yang dikeluarkan oleh petani dari mulai proses penanaman, perawatan, sampai panen. 

Griyo mengaku resah, dengan harga yang kian terjun bebas tersebut, membuat petani terpukul. Karena keuntungan yang didapat tak sebanding dengan keringatnya.

"Dengan harga Rp 6 ribu, petani masih bisa mendapat untung meskipun tidak banyak. Asalkan manajerial, standarisasi pengolahan, serta perawatannya bagus," ucap Griyo.

Petani porang terpaksa memutar otak dengan kondisi harga yang saat ini, agar tidak rugi. Saat harga porang murah, petani sengaja menjeda waktu panen hingga mendapat harga yang sesuai.

"Kadang-kadang petani mencari harga yang pas sehingga panen diperlambat," pungkasnya.

Ia berharap harga porang bisa kembali normal. Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi hadir di tengah keresahan petani porang.

Karena pihaknya mengaku belum mendapat perhatian dari dinas terkait. Petani di wilayah setempat cenderung lebih mandiri.

"Sebab meskipun sudah banyak petani porang di Songgon, Dinas Pertanian pun sama sekali belum memberikan perhatian. Jadi kami masih mandiri. Tentunya kami berharap agar dinas pertanian memberi perhatian dan arahan, membantu mencarikan line market agar petani Porang juga bisa lebih berkembang," ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh pengepul porang Muhammad Zunaidi yang juga warga Songgon, Banyuwangi. Ia membenarkan bila tahun ini harga Porang merosot bebas di angka Rp 5 ribu.

"Padahal di tahun 2020 itu bisa per kilogram bisa mencapai Rp 13 ribu. Awal tahun 2021 itu di angka Rp 8 ribu, akhir bulan Juli, harganya semakin merosot di angka Rp 5 ribu. Tidak hanya harga umbi, harga katak atau bibit juga turun. Penurunan bisa jadi akibat pandemi," bebernya. (*)

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV