SUARA INDONESIA

Ramadan, Perceraian di Banyuwangi Turun 60 Persen

Muhammad Nurul Yaqin - 22 April 2022 | 17:04
Peristiwa Daerah Ramadan, Perceraian di Banyuwangi Turun 60 Persen

BANYUWANGI- Di bulan Ramadan, tren perceraian di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menurun hingga 60 persen.

Berdasarkan data di Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi, angka perceraian hanya 263 kasus hingga mendekati lebaran.

"Ada penurunan sekitar 60 persen. Karena di bulan sebelum Ramadan, perkara masuk rata-rata 600-700 kasus," kata Panitera PA Banyuwangi, Subandi, Jumat (22/4/2022).

Subandi menyebut, tren penurunan angka perceraian terjadi di setiap bulan suci Ramadan tiba.

"Memang kalau Ramadan pengajuan perceraian cenderung berkurang, tidak seperti sebelum puasa ataupun sesudah lebaran nanti," jelas Subandi.

Sehingga, lanjut dia, faktor menurunnya pengajuan perceraian dimungkinkan disebabkan karena bulan puasa. 

"Mereka yang awalnya berniat berpisah menunda dulu (cerai) dan memilih fokus beribadah di Bulan Ramadhan. Mungkin saling introspeksi, berkaitan agama," ungkapnya.

Subandi menyebut, sepanjang Januari-April 2022, PA Banyuwangi telah menyelesaikan 81,03 persen perkara perceraian.

"Itu sisa perkara tahun lalu dan perkara yang masuk tahun ini. Sehingga sehabis lebaran kita targetkan sudah bisa selesai," harapnya.

Kata Subandi, mereka yang mengajukan perceraian sering kali berasal dari keluarga yang mempunyai beban hidup tinggi. Selain itu, alasan kedua yang menjadi penyebab perceraian adalah perselingkuhan. 

Salah satu pihak, baik suami maupun istri, merasa tidak bisa menerima kehadiran orang ketiga dalam rumah tangga. Dia lalu menggugat cerai pasangannya.

"Selain faktor ekonomi juga faktor medsos yang memicu penyebab perselingkuhan. Paling banyak cerai gugat, istri yang mengajukan," pungkasnya. (*)

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya