SUARA INDONESIA

Nama-nama Tokoh Yang Terlibat Dalam Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Ambang Hari Laksono - 04 August 2022 | 13:08
Artikel Nama-nama Tokoh Yang Terlibat Dalam Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

SUARA INDONESIA - Pada tanggal 17 Agustus 1945 diadakan pembacaan teks proklamasi sebagai penanda kemerdekaan Indonesia.

Pembacaan teks proklamasi dilakukan di halaman rumah Soekarno, di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56.

Sedikitnya tujuh tokoh hadir dalam pembacaan proklamasi, yakni Soekarno, Mohammad Hatta, Suwiryo, Muwardi, Latief Hendraningrat, Suhud, dan SK Trimurti.

Soekarno

Soekarno adalah tokoh yang membuat dan membacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Sebelum upacara dimulai, Soekarno membukanya dengan memberikan sambutan singkat kepada masyarakat yang hadir.

Kemudian, pada pukul 10.00, Soekarno membacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Mohammad Hatta

Mohammad Hatta adalah salah satu dari tiga tokoh yang merumuskan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Tak hanya itu, ia juga hadir pada 17 Agustus 1945 sebagai pendamping Soekarno dalam pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Suwiryo

Suwiryo adalah Walikota Jabodetabek pada tahun 1945, sehingga ia juga hadir pada pembacaan teks proklamasi.

Tugas Suwiryo adalah memastikan acara hari itu dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Muwardi

Dalam pembacaan teks proklamasi, Muwardi dipercaya menjadi pemimpin Barisan Pelopor se-Jawa.

Muwardi bertugas memastikan para pemimpin dan lokasi pembacaan teks proklamasi aman dan jauh dari kekacauan.

Latif Hendraningrat

Setelah membaca teks proklamasi, acara selanjutnya adalah pengibaran bendera Sang Saka Merah Putih. Tokoh yang bertugas mengibarkan Bendera Merah Putih setelah proklamasi dibacakan adalah Latief Hendraningrat.

Sebelum proklamasi, tokoh yang pernah bergabung dengan tentara Jepang dan PETA ini juga mendesak Soekarno-Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Usai membacakan teks proklamasi, Latief diberi nampan berisi Bendera Merah Putih yang telah dijahit oleh istri Soekarno, Fatmawati. Latief Hendraningrat menjadi pengibaran bendera pertama setelah membaca teks proklamasi.

Suhud

Suhud adalah teman dekat Latief yang juga mengibarkan bendera Merah Putih. Sebelum proklamasi, Suhud juga memiliki peran yang cukup penting.

Pada tanggal 14 Agustus 1945, ia dan beberapa anggota Barisan Pelopor ditugaskan untuk melindungi keluarga Sukarno dari mara bahaya.

Namun, pada 16 Agustus 1945, Suhud lolos dengan diculiknya Soekarno ke Rengasdengklok oleh kelompok-kelompok muda.

SK Trimurti

SK Trimurti adalah istri Sayuti Melik, juru ketik teks proklamasi. SK Trimurti ternyata juga berperan dalam proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Trimurti secara tidak langsung menjadi pembawa Bendera Merah Putih. Setelah Soekarno membacakan teks proklamasi,

Trimurti menyarankan agar para prajurit mengibarkan bendera. Terakhir, Latief dan Suhud yang ditugaskan untuk mengibarkan bendera Merah Putih.

Kejadian ini terbawa hingga saat ini. Di sekolah, Paskibra kebanyakan adalah dua anak laki-laki yang akan berperan sebagai pengangkat dan pembawa bendera, sedangkan seorang perempuan bertugas membawa bendera dan memegang tali bendera.

Pewarta : Ambang Hari Laksono
Editor : Ambang Hari Laksono

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya